Joki ujian masuk kampus Muhammadiyah Malang pakai alat canggih

Ada joki bekerja dalam kelompok dan secara mandiri. Operatornya bersembunyi di hotel buat mengarahkan jawaban.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Joki ujian masuk kampus Muhammadiyah Malang pakai alat canggih
Alat komunikasi tersembunyi joki Universitas Muhammadiyah Malang di Malang. ©2015 Merdeka.com

Para joki ujian masuk perguruan tinggi berhasil dibekuk di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terbilang sudah memiliki persiapan dan terampil dalam melakukan aksinya. Mereka menggunakan peralatan komunikasi canggih dan disembunyikan di balik baju."Handphone dan baterai ditaruh di kelamin untuk laki-laki. Sementara untuk perempuan alat-alat itu ditaruh di rambut," kata Fauzan, Pembantu Rektor II Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (11/5).Menurut Fauzan, telepon seluler itu terangkai dengan kabel dihubungkan dengan perangkat pengeras suara sudah dimodifikasi. Jenis pengeras suara itu sangat kecil dan diletakkan di dalam lubang telinga. Bahkan buat mengambilnya dari telinganya sangat sulit dan harus ditarik menggunakan magnet.Sementara kabel-kabel penyambung ditempelkan menggunakan plester di punggung, pundak dan dada pelaku. Rangkaian itu kemudian mengirimkan sinyal suara maupun gambar melalui server mini.

Sementara bagi joki perempuan, alat-alat itu dibungkus dengan kain dan ditempatkan di kepala. Bungkusan tersebut tertutup oleh jilbab. Para joki perempuan berhijab itu juga menggunakan aksesoris diletakkan di bagian belakang kepala atas buat menutupi rangkaian elektronik, sehingga terlihat menonjol. Orang melihat pun tidak curiga.Panitia Penerimaan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang berhasil menangkap lima joki saat test berlangsung. Pelaku terdiri dari empat perempuan dan satu pria. Empat orang itu diduga adalah sebuah kelompok terorganisir jaringan, sementara sang pria menjalankan aksinya seorang diri."Pelaku membawa mini server yang dimasukkan di dalam tas. Karena semua peserta dilarang membawa tas, pelaku meletakkan tas berisi server tersebut bersama tas mahasiswa yang lain," ujar Fauzan.Fauzan melanjutkan, para joki itu juga melengkapi diri mereka dengan kamera dikemas di dalam dompet. Kamera itu nantinya diarahkan ke soal ujian, kemudian gambarnya dikirimkan ke operator. Selanjutnya, operator di sebuah tempat akan memberikan jawaban dan memandu sang joki."Peserta yang sudah terhubung dengan joki harus memberikan sinyal kalau mereka sudah siap mengerjakan. Sinyalnya batuk-batuk, kalau mereka sudah batuk tanda peserta siap," tambah Fauzan.Menurut Fauzan, seorang joki didampingi satu operator yang bekerja dari sebuah hotel. Mereka juga menggunakan kode jawaban, seperti ayam artinya A, bebek maksudnya B.Adapun modus lain cukup sederhana yakni menggunakan perangkat komunikasi radio Handy Talky. Seorang peserta perempuan kedapatan menempatkan unit HT-nya di antara belahan payudaranya. Petugas berhasil menangkap yang bersangkutan."Peserta menempatkan di antara payudara. Modus ini masih seperti yang lama, jadi bisa langsung dideteksi," ucap Fauzan.

Rekomendasi