Jelang pertandingan Mayweather Junior melawan Many Pacquiao di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Sabtu (2/5) waktu Amerika Serikat, atau Minggu (3/5) waktu Indonesia, aroma panas pertarungan keduanya sudah terlihat sehari menjelang pertarungan.
Pacquiao mengaku sudah menemukan kembali insting pembunuhnya dan siap melawan Mayweather. Sementara Mayweather mengatakan gaya bertarung ceroboh dan itu bakal menguntungkan dirinya.Lalu siapakah pemenang yang konon menjadi pertandingan tinju termahal abad ke-21 tersebut? Merdeka.com mencoba mengulas jalannya pertandingan dengan memintai analisa mantan petinju nasional yang kini menjadi pengamat tinju, Henki Silatang.Menurut Henki, gaya bertarung kedua petinju yang berbeda menjadi nilai lebih untuk menjatuhkan lawannya. Dalam beberapa pertandingan yang diamatinya, Henki menyebut gaya bertarung Pacquiao tersebut adalah semi fighter cenderung menekan.Sementara untuk Mayweather, Henki mengatakan karakter bertarung demikian dinamakan petinju dengan gaya boxer sejati. Kerakter bertarung seperti ini lebih banyak mengandalkan pertahanan."Tipe bertinju Many semi fighter. Dia menekan tetapi keluar masuk keluar masuk. Kalau Weather itu petinju boxer. Dia petinju yang 80 persen menjaga pertahanan," kata Henki saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (2/5).Dengan melihat gaya bertarung seperti itu, Henki mempredikasi Pac-Man atau Pacquiao akan lebih menyerang ketimbang Mayweather. Menurut Henki, pukulan keras dan kecepatan Pac-man akan menjadi keuntungan bagi petinju asal Filipina tersebut dalam pertadingan esok."Kalau seorang Many pasti dia menekan dan mendekat tetapi pertahanannya musti baik. Pertahanannya musti dijaga. Kalau enggak dijaga dia akan kecolongan," ujar dia.Sementara untuk Mayweather, kata Henki, meski cenderung mengandalkan serangan balik bukan tak mungkin petinju asal Amerika Serikat tersebut memiliki senjata ampuh menjatuhkan Pac-Man. Menurut dia, Mayweather akan mengandalkan kekuatan tangan kanannya untuk menyerang sisi kiri Pacquiao yang memang dikenal sebagai petinju tangan kidal."Gua yakin 100 persen seorang yang bertarung menggunakan tangan kidal kayak Pacquiao akan lebih melakukan serangan ke tangan kanannya. Itu dilakukan untuk mematikan petinju kidal," kata Henki.Lebih jauh dengan melihat karakter kedua petinju, Mayweather sebaiknya harus menjaga jarak dengan banyak melontarkan pukulan-pukulan tangan kanan seperti hook dan uppercut. Sebab, menurut dia, jika mengikuti gaya permainan Pac-Man yang menekan kemungkinan Mayweather bisa mengalami kekalahan."Mayweather musti bisa menjaga jarak kalau melayani Pacquiao kemungkinan bisa kalah," pungkas dia.Seperti diketahui pertarungan keduanya bakal digelar di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Amerika Serikat, Minggu (3/5) besok. Dalam sepanjang karirnya Mayweather belum pernah terkalahkan di 47 pertandingan sedangkan Pacquiao sepanjang karir profesionalnya sudah merasakan 5 kekalahan dari 64 pertarungan.