Australia cuma gertak sambal mau boikot Bali

Warga Australia marah saat Indonesia mengeksekusi mati Duo Bali Nine. Mereka pun ramai-ramai menyerukan boikot Bali.

Ramadhian Fadillah
Oleh Ramadhian Fadillah - Reporter
Australia cuma gertak sambal mau boikot Bali
Tagar boikot Bali. ©2015 Merdeka.com

Warga Australia marah saat Indonesia mengeksekusi mati Duo Bali Nine. Mereka pun ramai-ramai menyerukan seruan agar memboikot Bali.Tagar #BoycottIndonesia dan #BoycottBali pun ramai menghiasi sosial media di Australia sebagai bentuk kecaman mereka terhadap eksekusi mati. Warga Australia pun ramai menanggapi seruan tersebut.Ada yang mengaku membatalkan liburan mereka ke Bali. Ada juga yang mengaku tak akan pernah mengunjungi Bali lagi."@jokowi_do2 Jika anda berpikir narkoba dalah masalah, tunggu sampai anda melihat akibat dari KEHILANGAN TURIS #BoycottIndonesia" tulis akun Twitter @kowloonsunday."Bali baru saja mati di hatiku dan ribuan lainnya. #boycottbali #BoycottIndonesia," sahut @fleeatweet."Saya sudah berencana isi liburan ke Indonesia tahun ini tapi saya akan menghabiskan uang saya di negeri sendiri #BoycottIndonesia @jokowi_do2," sahut @SBAdelaide.Namun ancaman di dunia maya itu tak sepenuhnya terbukti. Rabu, (29/4), Pesawat ke Bali dari Australia masih ramai. Selama ini kunjungan wisatawan Australia ke Bali memang sangat tinggi. Badan Statistik Bali menyebutkan bahwa tingkat kunjungan turis asing ke Bali masih mengalami peningkatan hingga 14,04 persen. Di mana kunjungan turis asal Australia mendominasi, disusul turis asal China."Untuk Australia per tahun ini tingkat kunjungan mencapai 237,738 orang. Disusul China berjumlah 192,383 orang," papar Kadisparda Provinsi Bali AA Gde Yuniartha Putra.Lanjutnya bahwa data hingga bulan Maret 2015, total wisatawan asing yang berkunjung ke Bali mencapai 948,393 juta.Karena itu Ketua PKPI dan Mantan Gubernur DKI Sutiyoso yakin jika ancaman Australia itu cuma gertak sambal. Dia menjelaskan kalau masalah ini berlarut-larut dan diteruskan oleh Australia, justru negara kaguru itu yang rugi."Ah memang kita mau mati kalau diputus hubungan diplomatik. Dia juga rugi sama saja. Australia itu mau kemana lagi liburan kalau enggak ke Bali. Kalau dia mencekal kita, ya rugi sendiri. Saya setuju (hukuman mati), apalagi narkoba," tegasnya.

Rekomendasi