Cerita Mario bikin ulah lagi di Bandara Kualanamu Medan

Dia melakukan hal itu dengan alasan ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Cerita Mario bikin ulah lagi di Bandara Kualanamu Medan
Mario Steven Ambarita. ©facebook.com

Beberapa waktu lalu warga dihebohkan dengan aksi seorang pria bernama Mario Steven Ambarita (21), yang menyusup ke rongga pesawat Garuda rute penerbangan Pekanbaru Jakarta. Pria nekat ini berani melakukan aksi berbahaya itu.Dia melakukan hal itu dengan alasan ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Alih-alih bertemu dengan presiden, Mario malah diciduk kepolisian Bandara Soetta untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Selain itu tubuhnya membiru dan telinganya pun dikabarkan mengeluarkan darah.Belum genap sebulan dengan aksinya Mario kini sang penysusup itu kembali berulah. Dia kembali ditangkap oleh pihak Bandara Kualanamu Medan karena berkeliaran di sekitar Airport. Tak ingin terulang kedua kali, pihak Bandara langsung mengamankan Mario dan dia akan dites kejiwaannya.Berikut cerita Mario yang kembali bikin ulah:

Penyusup pesawat Garuda Mario Steven Ambarita (21), ditemukan petugas keamanan Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut, Minggu (19/4) sekitar pukul 16.50 WIB."Mario sejak tadi malam berada di markas kita di kantor Otban Wilayah II di Kualanamu," Kepala Otoritas Bandara Wilayah II Medan M Nasir Usman saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/4) pagi.Dia memaparkan, Mario ditemukan di dekat lokasi check in Bandara Kuala Namu. "Itu area publik. Masyarakat siapa saja bebas di sana," kata Nasir.Sebelumnya, Mario ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, setelah menyusup ke rongga roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 dan ikut terbang dari Pekanbaru, Riau. Di tengah proses penyidikan, dia kabur dari rumahnya di Bagan Batu, Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau pada Jumat (17/4) dinihari. Orangtuanya mengatakan, pemuda itu hanya berbekal Rp 200 ribu dan baju yang melekat di badan.Setelah tiga hari kabur, wajah Mario dikenali petugas keamanan Bandara Kualanamu. Setelah ditanyai dia mengaku sehingga dibawa ke kantor Otoritas Bandara.

Penyusup pesawat Garuda, Mario Steven Ambarita (21), segera menjalani tes kejiwaan. Upaya itu dilakukan untuk mengetahui pasti motivasi pemuda ini nekat terbang dengan bersembunyi di rongga roda pesawat."Motif ini yang perlu didalami secara pasti. Secara pribadi, saya belum menemukan motif yang pasti mengenai perbuatannya, meskipun dia sempat bicara masalah politik ekonomi," kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah II di Medan M Nasir Usman saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/4) pagi.Mario rencananya akan menjalani tes kejiwaan di Pekanbaru besok. Begitupun, Nasir yang terus menemani Mario mengaku mendapat kesan dari perbincangannya dengan pemuda itu. "Ini pendapat saya pribadi ya, sepertinya dia memiliki cita-cita yang tinggi tapi mohon maaf terkendala ekonomi keluarganya," jelasnya.Nasir memaparkan, Mario sangat kagum dengan dunia penerbangan. Dia juga mengaku senang melihat pesawat, makanya suka berada di bandara.Selain itu, Mario juga sangat tertarik mendengar cerita tentang kedirgantaraan. "Saya kasih tahu dia tentang seorang pilot yang punya tanggung jawab besar," sambung Nasir.

Otoritas Wilayah Bandara II Medan segera menyerahkan Mario Steven Ambarita (21), penyusup pesawat Garuda ke Otoritas Wilayah Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau. Pemuda itu akan menjalani tes kejiwaan di sana."Proses selanjutnya, karena ini masih dalam penyelidikan PPNS Kementerian Perhubungan di Pekanbaru, maka sore ini dibawa ke Pekanbaru," ujar Kepala Otoritas Bandara Wilayah II di Medan M Nasir Usman saat dihubungi merdeka.com, Senin (20/4) pagi.Nasir menambahkan, dalam rangka penyelidikan itu, Mario akan menjalani tes kejiwaan. "Sore ini kita terbangkan. Besok rencana dia akan menjalani tes kejiwaan," jelasnya.Kondisi Mario sendiri sehat, dia komunikatif kepada petugas dan tidak membuat masalah apa pun."Dia dalam keadaan sehat, tidak ada membuat ulah. Dia berkomunikasi dengan baik," kata Nasir seraya menjelaskan bahwa Mario tidak dalam penjaga ketat, pemuda itu juga tidak diborgol.Mario ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, setelah menyusup ke rongga roda pesawat Garuda Indonesia GA 177 dan ikut terbang dari Pekanbaru, Riau. Di tengah proses penyidikan, dia kabur dari rumahnya di Bagan Batu, Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau pada Jumat (17/4) dinihari. Orangtuanya mengatakan, pemuda itu hanya berbekal Rp 200 ribu dan baju yang melekat di badan.

Ayah Mario, Manahan Ambarita mengaku pasrah setelah putranya kembali ditangkap aparat berwenang saat berada di Bandara Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara. Dia mengaku tidak tahu alasan Mario pergi ke bandara tersebut."Dia masih diproses di sana Pak, saya belum tahu banyak di sini," kata Manahan ditemui di Pekanbaru, Minggu (19/4) malam, seperti dilansir Antara.Mario kembali ditangkap sekitar pukul 18.00 WIB oleh pihak keamanan Bandara Kualanamu. Mario sendiri sempat melarikan diri dari rumahnya di di Desa Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir.Saat mengetahui putranya melarikan diri, Manahan sempat memperkirakan Mario akan menuju ke Medan atau Pekanbaru. Kini, Mahanan menanti hasil pemeriksaan anaknya di Medan. Dia juga menegaskan akan mengembalikan Mario ke penyidik pegawai negeri sipil Kementerian Perhubungan setibanya Mario ke Riau.Seperti diketahui, Mario diketahui bersembunyi di dalam rongga ban pesawat Garuda Indonesia setelah tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta. Saat turun, kondisi Mario nampak lemah dan terhuyung-huyung. Dikabarkan telinganya mengeluarkan darah.Aksi Mario Steven Ambarita ini sempat membuat heboh publik, Selasa (7/4) lalu, sebab dia berhasil membobol keamanan ketat Bandara SSK II Pekanbaru untuk masuk ke ruang roda belakang pesawat Garuda Indonesia tujuan Jakarta. Mario sempat ditahan PPNS Kementerian Perhubungan di Pekanbaru, sebelum diserahkan kepada keluarganya karena ancaman hukuman yang diterima Mario di bawah lima tahun penjara.Namun, setelah dua hari bersama keluarganya, Mario dikabarkan hilang pada Jumat dini hari. Sebelum melarikan diri, Mario sempat meninggalkan sepucuk "surat cinta" kepada kedua orang tuanya.

Rekomendasi