Dua kali mangkir, Alex Noerdin akhirnya penuhi panggilan KPK

Alex tiba di gedung KPK sekira pukul 08.40 WIB.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Dua kali mangkir, Alex Noerdin akhirnya penuhi panggilan KPK
Alex Noerdin. ©2014 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin akhirnya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia akan diperiksa terkait‎ kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet, Palembang, Sumatera Selatan tahun 2010-2011 yang menjerat Rizal Abdullah (RA).Alex tiba di gedung KPK sekira pukul 08.40 WIB. Dia dengan mengenakan kemeja putihnya‎ enggan berkomentar banyak terkait pemeriksaannya tersebut."Nanti ya," singkat Alex kepada wartawan dan langsung masuk ke gedung KPK, Jakarta, Senin (20/4).Sebelumnya, Alex Noerdin pernah dipanggil dua kali oleh penyidik KPK. Untuk yang pertama, politikus Partai Golkar ini diperiksa pada 24 Maret 2015. Kemudian, untuk yang kedua, dia dipanggil pada 16 April 2015. Namun, Alex mangkir dari pemeriksaan tanpa memberikan keterangan.Diduga kuat, lembaga antirasuah mengendus adanya peran Alex Noerdin dalam kasus dugaan korupsi pembangunan wisma atlet. Sebab, pemeriksaan terhadap Partai Golkar ini dilakukan setelah adanya pernyataan Rizal Abdullah yang membenarkan adanya janji 'fee' sebesar 2,5 persen dari total nilai proyek PT Duta Graha Indah (PT DGI) untuk Alex."Memang ada janji yang sifatnya bukan satu keharusan buat RA (Rizal Abdullah) atau AN (Alex Noerdin)," kata Rizal melalui kuasa hukumnya Arief Ramdhan saat dikonfirmasi, Jakarta, Kamis (12/3).Diketahui kasus ini terkuak dari hasil pengembangan kasus korupsi proyek wisma atlet, Palembang dengan tersangka M. Nazaruddin. Saat itu, Nazar meraup untung banyak dari proyek wisma atlet di mana bekas bendahara umum Partai Demokrat itu memilih PT DGI sebagai pemenang tender proyek.Rizal sendiri telah dimasukan ke jeruji pesakitan di rumah tahanan Guntur, Jakarta Selatan. KPK melakukan penahanan setelah hampir delapan jam melakukan pemeriksaan terhadap Rizal dalam kapasitasnya sebagai tersangka.Sebelum menjebloskan Rizal, KPK sudah lebih dulu memenjarakan M Nazaruddin, Mindo Rosalina Manullang dan Bos PT Duta Graha Indah, El Indris serta mantan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga, Wafid Muharam pun ikut merasakan jeruji besi.Selain itu, munculnya nama Gubernur Selatan Alex Noerdin sendiri lantaran sering disebut-sebut dalam fakta persidangan. Mereka disebut-sebut menerima fee 2,5 persen dari Rp 191 Miliar pada proyek Wisma Atlet SEA Games Palembang.Alex pun dituding mengubah design proyek dari rencana semula yang mengakibatkan pergeseran spesifikasi bangunan dan anggaran. Pada beberapa kesempatan, Alex membantah hal tersebut.Namun, pihak KPK sendiri telah berjanji mendalami dugaan keterlibatan Alex. Kendati demikian, hingga saat ini Alex yang tercatat telah bolak-balik diperiksa KPK masih belum dinyatakan ikut terlibat.

Rekomendasi