Mario si penyusup roda Garuda kabur ke Medan mau ketemu Jokowi

Namun sayang Jokowi ke Medan tidak melalui Bandara Kuala Namu tempat Mario menunggu.

Abdullah Sani
Oleh Abdullah Sani - Reporter
Mario si penyusup roda Garuda kabur ke Medan mau ketemu Jokowi
Mario Steven Ambarita. ©facebook.com

Mario Steven Ambarita (21) kabur dari rumahnya di kecamatan Bagan Sinembah kabupaten Rokan Hilir, Riau, setelah penangguhan penahanannya dilakukan pasca ketahuan menyusup di roda maskapai Garuda Indonesia. Dikabarkan, Mario hendak berangkat ke Medan, Sumatera Utara untuk bertemu Presiden Joko Widodo.Namun sayang, Jokowi tak mendarat di Bandara Kuala Namu Medan seperti yang diperkirakan Mario. Jokowi datang ke Medan dan mendarat di Bandara Suwondo, Medan. Karena berkeliaran di bandara sambil menanti Jokowi, Mario akhirnya diamankan setelah wajahnya dikenali petugas setempat.Kepala Otoritas Bandara Wilayah II di Kualanamu Medan, Nasir Usman, dikonfirmasi wartawan mengaku belum bisa memastikan motif Mario ke bandara tersebut. Pasalnya, kondisi Mario masih labil dan belum bisa diajak bicara."Setelah ditemukan petugas mondar-mandir di Bandara Kuala Namu, Mario langsung dibawa ke ruangan petugas pengamanan. Saat ini kondisinya masih labil, belum bisa diajak bicara," ujar Nasir, Minggu (19/4) malam.Setelah labil, kata Nasir, Mario akan dimintai keterangan, di mana petugas akan menanyakan tujuannya ke Bandara Kualanamu. Dari sana, Nasir akan memastikan niat Mario kabur dari rumahnya dan pergi ke Medan."Jadi belum bisa dipastikan apakah Mario berniat ketemu Pak Presiden atau bagaimana," terang Nasir.Menurut Nasir, Mario diamankan beberapa petugas Minggu (19/4)sekitar pukul 16.30 WIB tadi. Hal itu berawal dari seorang petugas yang sudah mengenali Mario lewat pemberitaan."Begitu ditanya, petugas tahu bahwa itulah Mario. Kemudian dibawa ke ruang pengamanan. Nanti, kami akan mintai keterangannya setelah stabil. Selanjutnya akan diserahkan ke Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk dibawa ke Pekanbaru," pungkas Nasir.Sementara itu, itu Ketua Tim PPNS Penerbangan Sipil yang menangani kasus Mario, Rudi Ricardo, dikonfirmasi menyebut akan menahan Mario, setelah diserahkan Otoritas Bandara Wilayah II di Kualanamu."Kami sedang mendalami terkait dengan penahanannya, agar proses penegakan hukum dapat berjalan lancar dan tersangka (Mario) tidak mengulanginya," jelas Rudi.Diberitakan sebelumnya, Mario kabur pada Jumat (17/4) dini hari dari rumahnya di Kabupaten Rokan Hilir. Dia meninggalkan sepucuk surat untuk sang ibu, Tiar Sitanggang, dan keluarganya. Dalam isi surat, Mario penggemar olahraga sepak bola ini pun meminta maaf kepada ibunda dan akan merubah hidupnya menjadi lebih baik lagi.

Rekomendasi