Disebarnya video rekaman Sekda Banten Kurdi Matin yang berjudul 'Sekda Banten ajak masyarakat merampok APBD Banten', Kurdi Matin mengatakan dirinya tidak akan melaporkan penyebaran video tersebut ke pihak berwajib."Tidak, buat apa dilaporkan," ujar Kurdi Matin melalui pesan singkat, Senin (6/4).Dan dirinya mengaku tidak mau berpengaruh dengan hal tersebut dan tetap akan fokus dalam bekerja.
"Karena saya tidak pernah merasa punya persoalan dengan urusan-urusan yang begitu, nanti juga Allah yang menghukum," kata Kurdi Matin.
Diberitakan sebelumnya, ditengah kondisi provinsi Banten melakukan reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi, video Sekda Banten Haji Kurdi Matin mengajak masyarakat Banten untuk merampok APBD Banten tersebar di YouTube.Video yang direkam dengan menggunakan handphone tersebut berdurasi 45 detik, yang menggambarkan sekda Banten tengah mengobrol dengan sejumlah orang dalam sebuah kantor.
Video dengan judul 'Sekda Banten ajak masyarakat merampok APBD Banten' di upload pada tanggal 5 April 2015.
Dalam video tersebut ada penggalan kata, Sekda Banten mengatakan "Makanya Banten itu lamun urang ekstrem, di rampok APBDnya pun oleh orang Banten itu sah".
Menanggapi hal tersebut Sekda Banten Kurdi Matin mengaku dirinya belum mengetahui video tersebut sehingga dirinya tidak mau berkomentar banyak.
"Saya tidak tahu pak, jadi tidak bisa berkomentar," katanya.
Saat ditanya dirinya telah mengetahui atau mendapatkan informasi terkait video tersebut, Kurdienggan menjawabnya. "Tidak seharunya juga, saya hanya mau fokus bekerja saja, jadi saya tidak bisa komentari tentang apa yang saya tidak tahu," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah saat dikonfirmasi terkait video tersebut belum berani berkomentar, karena dirinya belum melihat secara detail video tersebut. Namun dirinya mengaku sebelumnya telah mendapatkan laporan terkait isu itu.
"Sudah pelaporan ada isu nya secara detail visualnya saya belum lihat, jadi saya belum berani berkomentar," kata Asep Rahmatullah, saat di hubungi.