Tak terima divonis bersalah, Florence menangis & tengkar dengan ayah

Florence menginginkan banding, sementara sang ayah justru meminta Florence untuk menerima vonis tersebut.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Tak terima divonis bersalah, Florence menangis & tengkar dengan ayah
Sidang vonis Florence. ©2015 Merdeka.com

Setelah dijatuhi hukuman dua bulan penjara dengan masa percobaan enam bulan dan denda Rp10 juta atau subsider satu bulan penjara, Florence Saulina Sihombing menangis dan keluar gedung PN Yogyakarta. Hal itu terjadi saat dia dan ayah, serta beberapa temannya sedang berbincang-bincang di selasar gedung PN Yogyakarta.Dari pantauan merdeka.com, dia keluar gedung dan menangis sambil memeluk salah seorang temannya. Kemudian ayahnya datang menyusul, Dihampiri ayahnya, Florence kembali berlari ke arah pintu gerbang. Saking terburu-burunya dia sampai menjatuhkan sebuah traffic cone yang ada di halaman PN Yogyakarta.Santer beredar perilaku Florence dipicu dari perbedaan pendapat antara Florence dengan ayahnya terkait vonis yang baru saja dibacakan. Florence menginginkan banding, sementara sang ayah justru meminta Florence untuk menerima vonis tersebut.Sementara itu teman Florence, Wibowo Malik, menjelaskan Florence tidak terima putusan hakim karena banyak pertimbangan yang meringankan, namun tidak digunakan hakim dalam memutuskan hukuman."Jelas tadi hakim memutuskan tidak melihat pertimbangan. Tidak sesuai dengan hukum. Tadi Florence mengatakan masih pikir-pikir, kalau pun nanti banding sudah ada beberapa pengacara yang bersedia mendampingi," pungkasnya.

Halaman
Rekomendasi