Selain disodomi, bocah penghuni panti di Denpasar dipaksa oral

Saat melakukan oral RA mendapat perlakuan kasar dengan cara di jambak dan dicekik lehernya oleh pembina siswa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Selain disodomi, bocah penghuni panti di Denpasar dipaksa oral
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

RA (10) bocah laki-laki yang baru tiga bulan penghuni Panti Asuhan di Denpasar Barat, mengaku hampir tiap hari ditarik paksa dari kamarnya untuk sodomi. Tidak hanya itu, bocah asal Sumba yang yatim piatu ini juga kerap dipaksa melakukan oral seks.

Tragisnya lagi, saat melakukan oral RA mendapat perlakuan kasar dengan cara di jambak dan dicekik lehernya oleh pembina siswa. "Korban mengaku disuruh masukkan kelamin pelaku ke dalam mulutnya. Itu dilakukan pelaku sambil mencekik lehernya," papar petugas di Polresta Denpasar yang enggan disebutkan namanya, Selasa (17/3).Korban selama ini enggan melaporkan tindakan biadab ES (36) kepada ketua yayasan lantaran mendapat ancaman akan dipukuli. Selain diancam dipukul juga diancam akan dikeluarkan. "Korban diancam tindak kekerasan kalau menolak. Bahkan kalau sampai nangis dipukul," lanjut sumber ini.Hingga saat ini, korban yang didampingi keluarganya sudah menjalani visum dan terbukti ada luka menganga dan bekas gesekan. "Pelaku sudah diamankan dan dimintai keterangan. Hasil visum sudah terbukti adanya luka pada bagian anus," ujar AKP Sugriwo, Kasubag Humas Polresta Denpasar.

Rekomendasi