Istri selingkuh bikin Deni kalap & tega aniaya anak hingga tewas

Dina mengalami trauma karena melihat langsung ayahnya menyiksa adiknya hingga tewas.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Istri selingkuh bikin Deni kalap & tega aniaya anak hingga tewas
ilustrasi kekerasan anak. ©shutterstock.com

Polres Malang telah meminta keterangan dari kakak dari Kasih Ramadani (8), korban kasus penganiayaan hingga meninggal dunia yang dilakukan oleh ayahnya sendiri, Deni (32). Saksi Dina Marcelina (9) diduga mengetahui penyiksaan yang dilakukan oleh ayahnya. Karena saat kejadian, Dina juga menerima pukulan, meski tidak separah adiknya."Prosesnya sekarang tersangka sudah kita tahan. Kita sudah meminta keterangan dari kakak korban, saudara terdekat dan tetangga-tetangganya," kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat melalui telepon, Senin (23/2/2012).Salah satu bukti, kata Wahyu, di antaranya adalah bambu yang digunakan oleh tersangka saat menyiksa korban. Selain itu, keterangan dari saksi-saksi sangat membantu untuk penyelesaian kasus tersebut.Selama pemeriksaan, karena saksi masih berstatus anak-anak, disediakan pendamping. Unit PPA di Polres Malang menyediakan pendamping termasuk yang disediakan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kabupaten Malang."Memang prosedurnya seperti itu. Harus disediakan pendamping. Kita menyediakan pendamping yang sehari-hari berkoordinasi," katanya.Dina juga menerima penyiksaan dari tersangka, meski tidak separah Kasih. Dina mengalami trauma karena melihat langsung ayahnya menyiksa adiknya.Sementara itu selama pemeriksaan Deni juga mengalami depresi berat. Warga Jalan Lowokdoro Gang 3, RT 06 RW 04, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sukun, Kota Malang itu berulang kali menitikkan air mata. Dia tidak percaya kalau telah membunuh putri kandungnya.Deni mengaku sedang dalam masalah besar, karena istrinya, Wati (27) selingkuh dengan pria lain dan kini tinggal di Sulawesi. Dia menyesali perbuatan yang telah dilakukannya."Saya tidak menyangka melakukan perbuatan ini," katanya menangis.Sudah setahun Deni ditinggal Wati tanpa alasan. Semula keduanya bersama Dina dan Kasih bekerja di Sulawesi, baru 2014 lalu pulang ke Malang. Mereka tinggal bersama orang tua Deni, Munali dan Kasiyem.Saat kejadian Deni, juga bermaksud mencari-cari pekerjaan dari adiknya, Nuraini. Karena suami Nuraini, dirasa bisa membantunya mencarikan pekerjaan.

Rekomendasi