YLKI: Tak ada alasan Alfamart ganti kembalian dengan donasi

Belakangan, Alfamart sering menawarkan uang kembalian yang nominalnya di bawah Rp 500 agar didonasikan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
YLKI: Tak ada alasan Alfamart ganti kembalian dengan donasi
Waralaba Alfamart. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia menyatakan, tak ada alasan retailer tidak memiliki uang receh untuk pengembalian. Belakangan, pihak retailer sering menawarkan uang kembalian yang nominalnya di bawah Rp 500 agar didonasikan.Pengurus harian YLKI, Tulus Abadi mengatakan, penawaran donasi dari kembalian di bawah Rp 500 secara tidak langsung memudahkan pengembalian uang receh yang nominalnya di bawah Rp 500 oleh retailer."Tidak ada alasan untuk retailer kesulitan uang receh. Kami pernah mengecek ke Bank Indonesia, di bank stoknya melimpah, hanya saja sulit mendistribusikan, karena tidak ada yang menukar," kata Tulus saat dikonfirmasi merdeka.com, Kamis (5/2).Untuk itu, ia mengimbau agar konsumen menolak penawaran kembalian untuk donasi. Menurut dia, kembalian sekecil apapun adalah hak konsumen. Ia mengatakan, munculnya ide kembalian untuk donasi setelah pengembalian menggunakan permen sering dikomplain.Namun demikian, ia mengatakan, bahwa pendonasian kembalian di bawah Rp 500 merupakan kewenangan dari konsumen yang sifatnya tidak wajib. Tapi, konsumen juga berhak mempertanyakan peruntukannya. Retailer kata dia, juga wajib memberikan laporan dari donasi itu."Harus diumumkan ke masyarakat pendapatan donasi itu. Diperlihatkan di setiap toko-toko melalui spanduk atau media lainnya. Harus transparan," katanya.Sebelumnya, sejumlah warga Bekasi mempertanyakan kembalian berbentuk donasi di minimarket Alfamart. Mayoritas donasi ditawarkan untuk pengembalian yang nilainya di bawah Rp 500, yaitu Rp 25 - Rp 475.

Rekomendasi