Peraturan pemijat mesum di hotel berbintang, tamu harus dibagi rata

Layanan plus-plus dilakukan di kamar tamu hotel menginap.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Peraturan pemijat mesum di hotel berbintang, tamu harus dibagi rata
Ilustrasi spa and massage. ©wikipedia.com

A (25), salah seorang terapis di sebuah hotel bintang empat di Kota Semarang mengakui layanan plus-plus bisa didapat tamu hotel tempatnya bekerja jika harga sesuai. Layanan plus-plus dilakukan di kamar tamu hotel menginap.Namun, menurutnya, bukan berarti para terapis di hotel tempatnya bekerja bisa seenaknya menerima sebanyak-banyaknya tamu yang mau layanan plus-plus. Sebab, di antara para terapis memiliki peraturan untuk membagi rata jumlah tamu."Jadi misalnya aku sudah dapat satu tamu, nanti kalau ada tamu lagi yang mau ya bukan sama aku," kata A kepada merdeka.com, di hotel tempatnya bekerja, di Semarang, beberapa waktu lalu.Meski demikian, dia tak tahu apakah ada dari temannya sesama terapis yang 'mengibul' dan menerima lebih dari satu tamu. Sebab, kata dia, jika sudah di dalam kamar hotel tamu, cuma kejujuran antar sesama terapis saja yang bisa diandalkan."Tapi kalau aku ya selama ini kalau misal sudah dapat terus ada job lagi untuk massage ke kamar tamu dan dia minta plus-plus ya saya alihkan saja ke teman saya yang belum dapat," ujarnya.Menurutnya, yang sulit adalah ketika sang tamu menginginkan layanan plus-plus dilakukan oleh dirinya alias tak mau dengan temannya. Biasanya hal itu terjadi karena sang tamu sudah menyukai fisik sang terapis."Kalau sudah kayak gitu ya teman-teman juga gak akan bagaimana-bagaimana, karena tamunya mau sama aku. Tapi kadang akunya juga gak mau, karena kesannya jadi kayak apa gitu berkali-kali melakukan itu dalam satu hari," katanya.

Halaman
Rekomendasi