KPK tak gentar walau satu per satu pimpinannya dihabisi

Sejarah membuktikan KPK tak bisa digembosi. Kasus Antasari dan Cicak Vs Buaya jilid I membuktikan hal itu.

Aryo Putranto Saptohutomo
KPK tak gentar walau satu per satu pimpinannya dihabisi
Pimpinan KPK temui aktivis anti-korupsi. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan tidak gentar bila jumlah pimpinan berkurang selepas Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, ditangkap oleh Bareskrim Polri atas sangkaan mengarahkan saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi. Sebab menurut mereka di masa lalu hal ini juga pernah terjadi.Tepatnya di masa kepemimpinan KPK periode kedua. Saat itu Ketua KPK Antasari Azhar terlibat perkara pembunuhan. Meski akhirnya perkara itu dipertanyakan. Kemudian, dua Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M. Hamzah, juga disangkakan menerima suap. Sehingga saat itu hanya tersisa dua Wakil Ketua KPK, yakni Muhammad Jasin dan Haryono Umar. Kini pimpinan KPK tersisa tinggal Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain.Menurut Jasin ikut hadir dalam jumpa pers hari ini di Gedung KPK, Jumat (23/1), dia mengatakan KPK sudah memiliki prosedur buat menjamin kegiatan operasional tetap berjalan. Dia menyatakan meski saat itu hanya tinggal berdua, tapi kegiatan tetap berjalan."Saya rasa meski pimpinan hanya tingal dua atau satu, kegiatan tetap berjalan normal. Saya waktu itu yang paling sering menandatangani sprindik," kata Jasin.Wakil Ketua KPK Zulkarnain mengatakan tindakan Polri adalah serangan langsung terhadap pimpinan KPK. Tetapi dia menyatakan hal itu tidak membuat nyali KPK ciut."Kami terima kasih dukungan ini semua sehingga kami dengan bertiga ini bisa kuat untuk melaksanakan tugas yang berat ke depan," kata Zulkarnain.

Rekomendasi