Diganggu ulat bulu, identifikasi korban AirAsia sempat terhenti

Ulat-ulat yang memiliki bulu-bulu halus di bagian tubuhnya ini, merambat ke dinding-dinding tenda posko.

Moch. Andriansyah
Oleh Moch. Andriansyah - Reporter
Diganggu ulat bulu, identifikasi korban AirAsia sempat terhenti
Posko Post Mortem diganggu ulat bulu. ©2015 Merdeka.com

Proses identifikasi jenazah korban AirAsia QZ8501 di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Jawa Timur, sempat terganggu. Posko Post Mortem, tempat pelaksanaan identifikasi dan autopsi 48 jenazah yang dikirim dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, kedatangan 'tamu' tak diundang.Tamu tak diundang ini, tidak hanya satu, tapi berjumlah ratusan. Bahkan, mereka menebarkan bulu-bulu halus yang bisa membuat kulit terasa gatal-gatal.Alhasil, karena keberadaan 'tamu' ini cukup mengganggu kinerja Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur mengidentifikasi jenazah yang belum teridentifikasi, proses post mortem terpaksa dihentikan sesaat.Siapa sih 'tamu' tak diundang yang meresahkan itu? Kata Kasie Pencegahan dan Pengamatan Penyakit, dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (P4MK) Dinkes Provinsi Jawa Timur, Gito Hartono, 'tamu' tak diundang itu, tak lain dan tak bukan adalah ulat bulu.Ulat ini berasal dari Pohon Sono yang tumbuh di sekitar RS Bhayangkara. Ulat-ulat yang memiliki bulu-bulu halus di bagian tubuhnya ini, merambat ke dinding-dinding tenda posko. Bahkan tak sedikit yang sudah masuk ke dalam dan menempel pada seragam khusus Tim DVI."Kejadiannya itu kemarin (13/1). Mereka cukup meresahkan, kemudian berhasil kita basmi dengan penyemprotan insektisida. Sehingga Tim DVI bisa kembali bekerja secara nyaman," terang Gito di RS Bhayangkara, Rabu (14/1).Sebenarnya, laporan kemunculan ratusan ulat bulu yang rontok dari Pohon Sono itu, pada Senin lalu, kemudian baru ditindak lanjuti pada hari Selasa."Karena waktu itu, jumlahnya belum banyak, jadi penyemprotannya baru kita lakukan satu hari kemudian. Karena jumlahnya cukup banyak, saat dilakukan penyemprotan, menghabiskan 15 liter insektisida," jelasnya.Ditambahkan Gito, penyemprotan insektisida yang dilakukan pihaknya, tidak hanya pada ulat-ulat yang menempel tenda dan di dalam ruangan. Tapi juga dilakukan pada pohon-pohon yang ada di sekitar Posko Post Mortem.
"Termasuk tenda identifikasi jenazah serta kontainer pendingin (cold storage), juga kita semprot insektisida," tandas Gito.Seperti diketahui, dari 48 jenazah korban AirAsia yang berada di RS Bhayangkara, hingga di hari ke 18 ini, baru 38 jenazah yang teridentifikasi, 10 sisanya masih dalam proses rekonsiliasi. Sementara dari 155 penumpang plus tujuh awak AirAsia QZ8501, 114 penumpang belum berhasil ditemukan hingga saat ini.

Rekomendasi