Usai cerca eksekutif, anggota DPRD ini tiba-tiba jatuh dan tewas

"Mungkin karena tegang, jadi shock. Kata dokter karena jantung," ujar seorang anggota DPRD.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Usai cerca eksekutif, anggota DPRD ini tiba-tiba jatuh dan tewas
Ilustrasi mayat. ©2014 Merdeka.com

Rapat Komisi III DPRD Karangasem, Provinsi Bali, dengan Dinas Pendapatan (Dispenda) setempat mendadak buyar. Ini setelah salah satu anggota dewan I Wayan Madeg Ariarta, Ketua Fraksi Partai Demokrat, jatuh lalu meninggal dunia, Selasa (13/01).Walhasil, rapat dengan agenda membahas pajak akomodasi itu pun dihentikan. "Tiba-tiba langsung ambruk dari kursinya saat berdiri mencerca cara kerja pihak Dispenda terkait pajak sejumlah villa di Karangasem," ujar rekan korban di Komisi III, I Ketut Sucinta, ditemui di ruang jenazah RSUD Karangasem, Bali.Informasi dari sejumlah anggota dewan yang hadir dalam rapat tadi, saat itu korban begitu tegang mengkritisi kerja Dispenda. "Ia memang sangat peka dan kritis terhadap bentuk aturan yang tidak ditegakkan. Mungkin karena tegang, jadi shock. Kata dokter karena jantung," ujar rekan anggota dewan lainnya.Legislator asal Dusun Padang Tunggal, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem, tersebut tiba-tiba tumbang sesaat setelah ia melontarkan kritikan pedas terhadap Dispenda soal tidak terdatanya Villa yang berada di Kecamatan Selat, sehingga luput dari pungutan pajak.Dilanjutkan Sucinta, saat itu dirinya tepat duduk di sebelah korban. Pada awalnya rapat kerja dengan Dispenda itu berjalan lancar, dimana saat itu anggota dewan banyak memberikan masukan kepada Dispenda."Termasuk Madeg Ariarta sempat memberikan penyataan soal Villa yang tidak dipungut pajak. Nah selesai menyampaikan pendapatnya itulah tiba-tiba korban langsung jatuh. Saya kira dia bercanda, saya sempat bilang 'bli bangun bli' dan saat itu korban ngorok dengan tubuh kejang," tutur Sucinta.Bahkan korban oleh seluruh peserta sempat dipapah dan dibaringkan di atas meja. Karena tidak juga sadarkan diri, korban langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan mobil wakil ketua dewan. Namun sayang korban yang dalam keadaan koma itu tidak dapat tertolong nyawanya setelah 15 menit mendapat penanganan.Istri Madeg Ariarta, Ni Kadek Suardani, ketika mendengar kabar suaminya meninggal langsung histeris di ruang jenazah. Wanita beranak dua yang selama ini bekerja sebagai guru PNS di salah satu SD di Desa Ulakan, ini tidak kuasa menahan duka hingga sempat pingsan di samping jenazah korban sebelum disemayamkan.

Rekomendasi