Pengelola kewalahan tangkis isu Masjid Tiban dibangun oleh jin

"Siapapun boleh ke sini sepanjang tidak membawa ajaran tertentu."

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Pengelola kewalahan tangkis isu Masjid Tiban dibangun oleh jin
Masjid Tiban. ©2015 Merdeka.com

Sekitar 6 tahun terakhir Masjid Tiban mendapat jumlah kunjungan yang luar biasa dari masyarakat. Tidak dibantah kunjungan itu karena keingintahuan tentang kabar adanya masjid yang dibangun oleh pasukan jin.Kunjungan hari biasa bisa mencapai sekitar 3 ribu orang, sementara di akhir pekan atau hari libur mencapai 10 ribu orang. Bahkan pernah mencapai rekor dengan kunjungan 30 ribu orang dalam sehari.H Mustafa, salah seorang pengurus kepada merdeka.com, menegaskan bangunan besar yang kini terus dikembangkan itu merupakan kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri'asali Fadlaailir Rahmah. Karena tingginya bangunan kelihatan banyak kubahnya, orang sering menyebutnya sebagai sebuah masjid."Walaupun memang di kompleks ini juga ada masjidnya di dekat tempat parkir. Kemudian di lantai 2 dan 5 juga ada musalanya, tetapi orang sudah menyebut dengan istilah Masjid Tiban," kata Mustafa.Mustafa membantah kalau kompleks pesantrennya dibangun oleh jin dan sebangsanya seperti cerita yang selama ini berkembang. Pihaknya mengaku berulang-ulang menyampaikan pelurusan kepada setiap pengunjung yang datang. Namun terus saja, hal itu dipertanyakan hampir semua pengunjung.Kompleks pesantren tersebut, ditegaskan Mustafa, dibangun oleh para santri dan jamaah yang memang jumlahnya ribuan. Sebagai pendirinya adalah KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Shaleh Al-Mahbub Rahmat Alam."Dinamakan Tiban itu karena tidak tahu proses membangunnya, tahu-tahu sudah ada. Masyarakat tidak pernah dimintai tenaga atau dana untuk proses pembangunan. Kita juga tidak pernah meminta-minta, itu menjadi salah satu prinsip kami," katanya.

Rekomendasi