Ketua Komnas HAM Hafid Abbas berkomentar mengenai penggusuran warga Kompleks Batalyon Siliwangi, di Cililitan pagi ini. Menurutnya, harus ada cara yang persuasif dan dialogis agar warga mau pindah dengan sukarela."Harus ada perundingan yang halus dan dialogis. Aparat tidak melulu menggunakan kekerasan dalam hal seperti ini," kata Hafid di kantor Komnas HAM, Kamis (8/1).Hafid mencontohkan perundingan yang pernah dilakukan oleh Joko Widodo semasa masih menjabat sebagai walikota Solo. Menurutnya, hal tersebut justru membuat warga dengan senang hati mau dipindahkan.Namun Hafid juga mengimbau supaya warga tidak hanya menuntut hak mereka untuk bertahan di tanah yang selama ini mereka tempati. Menurutnya warga juga harus mempertimbangkan apakah tanah tersebut legal untuk ditempati. Jika ilegal, maka bisa dirundingkan tempat relokasi mereka."Kalau memang itu tanah ilegal, warga juga tidak boleh begitu saja bertahan di sana. Memang itu hak mereka, tapi hak tiap orang itu dibatasi sama hak orang lain," tutupnya.
Pagi tadi pasukan TNI AD bentrok dengan warga Komplek Batalyon Siliwangi yang menolak digusur. 12 Warga luka kena pentungan. Seorang ibu histeris sampai membuka bajunya dan memamerkan payudaranya untuk mencegah TNI masuk ke komplek itu.