Film silat siap bersaing dengan genre percintaan dan horor

"Dan tahun ini mungkin genrenya laga, seperti yang diproduksi Mira," kata Arswendo.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Film silat siap bersaing dengan genre percintaan dan horor
Arswendo Atmowiloto. ©2012 Merdeka.com

Sejak tiga tahun terakhir, layar lebar Tanah AIr mulai ramai dengan film bergenre laga. Ini membuktikan banyak sineas yang merindukan masa-masa kejayaan film laga di tahun 1980-an.Para produser film laga seolah tak takut karyanya akan ditinggal penonton yang selama beberapa tahun selalu dicekoki film percintaan, horor dan seksualitas yang dari sisi edukasi sangat minim. Menurut pengamat budaya, Arswendo Atmowiloto, kembali hadirnya film bergenre laga membuat perfilman nasional kaya."Kalau genre itu pasti ada waktu-waktu tertentunya, misalnya lima atau dua tahun sekali. Dan tahun ini mungkin genrenya laga, seperti yang diproduksi Mira, (Pendekar Tongkat Emas)," kata Arswendo saat berbincang santai dengan merdeka.com, Sabtu (27/12).Dia memuji kualitas film laga yang digarap Mira dan rekan-rekannya. Dengan tampilan yang ciamik seperti itu, dia yakin banyak penonton Indonesia yang bisa jatuh cinta lagi pada film laga."Film itu geli, itu hebat. Saya yakin akan ada penonton setia film laga, sampai juga seperti film percintaan maupun horor," tambahnya.
Dia tak menilai ada aura persaingan dari berbagai genre film yang tayang di layar lebar. Sebab ada satu ketika masyarakat justru merindukan film itu."Saya rasa enggak ketinggalan lah, pasti ada satu masa ketika orang senang lagi pada film itu," katanya.Ditambahkannya, setiap genre pasti punya penikmat tersendiri. Sehingga tak benar jika ada satu karya film yang disebut tak laku di pasaran."Kalau genre itu semua bisa menikmati pasti, tapi memang belum tentu fanatik," pungkasnya.

Rekomendasi