Pemkot Malang janjikan 1 persen difable dapat pekerjaan

Pihak perusahaan sudah seharusnya memberi ruang kesempatan yang sama bagi difable.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Pemkot Malang janjikan 1 persen difable dapat pekerjaan
Difabel. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Pemerintah Kota Malang menjanjikan penyerapan 1 persen tenaga kerja dari kaum difable untuk dipekerjakan di perusahaan. Pemerintah akan menjalin komunikasi dengan perusahaan, meminta mereka memanfaatkan kaum difabel sesuai dengan keilmuan mereka.Walikota Malang Muhammad Anton mengungkapkan, akan meminta perusahaan di wilayah kota Malang membuka akses lowongan pekerjaan untuk kaum difable. Pihak perusahaan sudah seharusnya memberi ruang kesempatan yang sama bagi difable."Perusahaan harus memberi kesempatan kaum difable sebagaimana kaum yang lain. Pemerintah siap 1 persen untuk menyalurkan mereka dalam tahun ini," kata Anton saat memperingati Hari Ibu sekaligus Hari Kesetiakawanan Sosial di Malang, Senin (22/12).Kaum difable, diakui memang masih belum memiliki tempat layak. Namun di sisi lain mereka harus dipersiapkan dari kemampuan untuk memiliki skill."Kalau tanpa skill, pemerintah juga akan kesulitan untuk menawarkan mereka ke perusahaan. Mereka sesuai kemampuannya, ada yang ahli IT, kita tawarkan keahliannya," katanya.Agus Saptono, salah satu difabel, menyambut baik rencana pemerintah tersebut. Angka satu persen dianggap sudah cukup jika memang benar-benar menjadi realisasi.Pria yang duduk di atas kursi roda itu juga berharap pemerintah tidak sekadar memberikan bantuan. Lebih dari itu, dia berharap pemerintah memberikan akses di ruang-ruang publik, terutama rumah sakit."Tidak sekadar menyerahkan bantuan, tapi butuh akses untuk pelayanan publik, seperti sarana Rumah Sakit Umum (RSU). Kami butuh jalur kursi roda khusus para difable, lift terutama di tempat publik," katanya.Rumah sakit di Malang belum ada yang memiliki sarana yang memadai untuk difable. Mereka mengeluhkan saat harus memeriksakan diri.Sementara dalam kesempatan itu, Pemkot menyerahkan bantuan dari Kementerian Sosial berupa mesin jahit untuk 3 orang difabel, peralatan pijat untuk 7 orang difabel, serta bantuan laptop 20 orang. Agus yang menyukai dunia IT, mendapatkan bantuan satu unit laptop.

Rekomendasi