Lama tak terdengar lagi sepak terjangnya di Surabaya, Jawa Timur, gerombolan serangga Tomcat kembali menjarah Kota Pahlawan. Bahkan, sudah sejak seminggu terakhir ini, Semut Semai atau serangga dengan nama ilmiah Paederus Littoralis ini sudah membuat resah penghuni Rusunawa Tanah Merah, Surabaya.Sejak seminggu itu hingga saat ini, sudah puluhan warga menderita sakit gatal-gatal disertai kulit melepuh seperti terbakar akibat wabah Tomcat. Sayangnya, hingga saat ini, belum ada penanganan khusus untuk mengendalikan serangan serangga yang juga disebut Semut Kayap ini dari dinas terkait.Seperti yang dituturkan salah satu penghuni Rusunawa Tanah Merah, Samiatun misalnya. Dia mengungkap, di tempatnya memang acap kali disatroni serangga beracun tersebut ketika musim hujan tiba.Sebab, rumah susun tempat dia tinggal dan warga yang lain, berada dekat dengan lahan kosong yang banyak ditumbuhi alang-alang. "Sudah banyak yang digigit. Saya dan cucu saya juga kena gigit," kata Samiatun.Sejak dua hari lalu, aku Samiatun, bagian tangannya terasa gatal dan panas. "Kulit saya juga melepuh kayak terbakar," ucapnya.Senada, tetangga Samiatu yang bernama Rofik juga mengaku digigit Tomcat. Dan dia menyayangkan, belum ada tindakan dari pemerintah setempat maupun dinas kesehatan soal serangan Tomcat di tempatnya tinggal."Hingga saat ini sudah banyak yang digigit. Mulai orang dewasa sampai anak-anak jadi korban. Sudah ada puluhan orang.""Makanya kita yang tinggal di sini berharap pemerintah cepat tanggap, sebelum korbannya tambah banyak. Padahal inikan wabah musiman, seharusnya pemerintah paham sejak awal," ketusnya.
Serangga Tomcat kembali serang warga Surabaya
Warga menyayangkan, belum ada tindakan dari pemerintah setempat maupun dinas kesehatan soal serangan Tomcat ini.
Advertisement
Rekomendasi