Larangan doa di sekolah, JK sebut ada kesalahpahaman

"Maksudnya itu doa itu kan di mana-mana acara, kalau lebih banyak di situ mayoritas Islam ya doa Islam," ujar JK.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Larangan doa di sekolah, JK sebut ada kesalahpahaman
Jusuf Kalla. ©2014 Merdeka.com

Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai telah terjadi kesalahpahaman atas kebijakan doa di sekolah yang dikeluarkan oleh Menteri Pendidikan Dasar, Menengah dan Kebudayaan, Anies Baswedan. Menurut JK, maksud kebijakan Anies itu untuk kebaikan namun diterimanya salah oleh sebagian masyarakat."Ya saya kira mungkin ada terjadi salah pengertian di sini, maksudnya baik mungkin salah pengertian saja," kata JK di Kantor Wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (10/12).JK menilai maksud Anies Baswedan adalah doa diucapkan, sesuai dengan mayoritas agama yang dianut di tempat tersebut. Misalnya apabila dalam suatu acara tersebut mayoritas beragama Islam, sebaiknya doa diwakilkan bacaan agama tersebut. "Maksudnya itu doa itu kan di mana-mana acara, kalau lebih banyak di situ mayoritas Islam ya doa Islam, kalau di Mandado Tentena mungkin Kristen, semua doa baik, ya tergantung wilayah," tutur JK.JK mengatakan, terbuka potensi pemerintah mengatur perihal doa, namun tetap mengedepankan hak warga negara dalam beragama."Ya bisa saja aturannya selama saling mengadopsi. Ya tentu di Padang doa Islam lah, kalau di Makassar lebih banyak Islam, di Kupang ya mungkin lain lagi ya," tutup JK.

Rekomendasi