Sebanyak 18 perempuan asal Maroko diduga sebagai pekerja seks komersial (PSK) ditangkap di Desa Tugu Selatan, Puncak, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, pada Rabu lalu. Sampai hari ini, mereka masih menjalani proses interogasi secara intensif di kantor Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta.Pemeriksaan ini juga untuk menelusuri tujuan dan kepentingan mereka di Indonesia sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. Hal itu ditegaskan oleh Wakil Humas Ditjen Imigrasi, Agung, kepada merdeka.com saat ditemui di kantornya di Jakarta, Jumat (5/12).Menurut dia, proses itu dilakukan tertutup demi menghindari bocornya informasi. Meski demikian, dia mengaku belum bisa memastikan apakah para perempuan itu memang menjalankan praktik prostitusi atau tidak."Oh iya masih (interogasi). Kita masih menduga," kata Agung.Menurut Agung, temuan tim Imigrasi Bogor di lapangan masih sangat terbuka kemungkinan buat dikembangkan. Hal itu dilakukan supaya nantinya bisa menentukan langkah akan diambil oleh Imigrasi selanjutnya. Pewarta pun belum diizinkan menemui."Nanti akan diadakan jumpa pers," ujar Agung.Belasan perempuan asal Maroko itu ditangkap saat tim Imigrasi Bogor melakukan razia di kawasan Puncak, Jawa Barat, Rabu (3/12) malam. Mereka diciduk dari beberapa vila di daerah Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Mereka kemudian diangkut petugas ke kantor Imigrasi Bogor, Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor.Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Herman Lukman mengatakan razia dilakukan setelah tim terlebih dulu menangkap dua perempuan asal Maroko ditengarai sebagai PSK. Hal itu terbongkar setelah petugas melakukan penyelidikan dengan cara menyamar.Lukman menjelaskan, beberapa dari perempuan Maroko ditangkap petugas diketahui ada yang berulang kali datang ke Indonesia. "Ada yang sudah bisa bahasa Indonesia bahkan Bahasa Sunda," kata Lukman. Meski demikian, Imigrasi menyatakan proses penyelidikan dan pengembangan akan berjalan terus Masih dalam penyelidikan. Maka dari itu tidak boleh diungkap ke depan publik lantaran dikhawatirkan pelaku utama lolos."Apakah hanya mereka saja, apakah ada yang lain. Kita kan enggak tahu nih. Bisa saja mereka mengatakan ke Indonesia hanya senang-senang," ucap Agung.
Berkali-kali ke Puncak, PSK Maroko sampai mahir bahasa sunda
Imigrasi Bogor menangkap 18 perempuan asal Maroko diduga PSK di Desa Tugu Selatan, Puncak.
Rekomendasi