Guna kepentingan penyidikan lebih lanjut, 18 pekerja seks komersial (PSK) asal Maroko alias Magribi yang biasa beroperasi di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor akhirnya dibawa ke Kantor Direktorat Jenderal Imigrasi, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (5/12) pagi.Mereka diangkut menggunakan dua minibus milik Kantor Imigrasi Bogor dikawal petugas Imigrasi dan anggota Polisi Militer (PM) TNI AD. Ke-18 PSK asal Maroko itu merupakan bagian dari 20 PSK yang terjaring petugas Imigrasi Bogor saat dilakukan razia di kawasan Puncak, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor, Rabu (3/12).Kepala Imigrasi Bogor, Lukman Harun mengatakan, dua PSK yang ditangkap lebih dulu sudah dikirim ke kantor Dirjen Imigrasi di Jakarta. "Dua PSK yang sekarang sudah di Kantor Dirjen Imigrasi adalah yang ditangkap pas Selasa malam," katanya sesaat sebelum ikut mengawal dua kendaraan yang mengangkut para PSK asing itu.Sedangkan tambahan satu PSK kata Lukman, setelah seorang PSK menyerahkan diri sehingga jumlah PSK yang ditangkap pada Rabu yang sebelumnya 17 orang menjadi 18 PSK. "Setelah dilakukan pendataan di Dirjen Imigrasi, para PSK asing itu selanjutnya akan dideportasi ke negara asalnya," katanya.Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 19 PSK asal Maroko terjaring razia yang dilakukan petugas Imigrasi Bogor di kawasan Puncak, Jawa Barat, Rabu (3/12) malam.Belasan PSK asing itu diamankan dari beberapa vila di daerah Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Saat akan dibawa ke mobil petugas, beberapa PSK sempat menolak bahkan mengamuk saat wajahnya disorot kamera. Para PSK itu kemudian diangkut petugas ke kantor Imigrasi Bogor, Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor.Kepala Kantor Imigrasi Bogor, Herman Lukman mengatakan mereka ditangkap setelah terlebih dahulu menangkap 2 PSK asal Maroko. "Awalnya petugas menyamar Selasa malam, kemudian menangkap dua PSK. Setelah dikembangkan tadi siang, dan kita amankan 19 PSK semuanya," ujarnya kepada wartawan di Kantor Imigrasi Bogor, kemarin.Herman Lukman menjelaskan, seluruh PSK yang dijaring berasal dari Maroko. Beberapa PSK yang diamankan petugas, sudah ada yang berulang kali datang ke Indonesia. "Ada yang sudah bisa bahasa Indonesia bahkan Bahasa Sunda," katanya.Pantauan, para PSK itu terus menutup wajahnya dengan kerudung dan masker saat dimasukan ke mobil petugas. Meski enggan menjawab pertanyaan wartawan, tapi sikap para PSK Maroko relatif lebih tenang dibanding saat dibawa ke kantor Imigrasi Bogor. Mereka tidak marah saat wartawan mengarahkan kameranya ke wajah para PSK itu.
18 PSK asal Maroko digiring ke Kantor Imigrasi Jakarta
Mereka diangkut menggunakan dua minibus milik Kantor Imigrasi Bogor dikawal petugas Imigrasi dan anggota Polisi Militer.
Rekomendasi