AT (15), korban pencabulan yang diduga dilakukan Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Sri Susuhunan Paku Buwono (PB) XIII, akhirnya pulang ke rumah orang tuanya, di Kampung Gulon, Kecamatan Jebres, Solo. Di rumah tersebut siswi salah satu SMK di Solo itu tinggal bersama ayahnya Suwarsono dan kakaknya.Ditemui wartawan di rumah tersebut AT yang baru pekan lalu melahirkan tersebut nampak lebih bugar dan bahagia berkumpul bersama orang tua dan saudaranya. Ia mengaku lega bisa berkumpul lagi bersama orangtuanya."Lega sekarang bisa berkumpul sama ayah dan kakak-kakak saya. Saya menyerahkan sepenuhnya masalah hukum yang saya alami kepada kuasa hukum yang ditunjuk keluarga," ujar AT, Kamis (4/12).Sebelumnya AT selama ini tinggal di rumah seseorang yang mengaku sebagai bibinya, yakni Kumoro Gantyowati (44), di Pondok Baru Gentan, Baki, Sukoharjo. Di rumah tersebut Gantyowati mengaku telah merawat AT, tak hanya saat dewasa, namun juga semenjak kecil. Namun belakangan Kuasa hukum keluarga AT, Iwan Pangka membantahnya.Kepada wartawan AT mengaku dijemput ayah dan kakak-kakak kandungnya dari tempat tinggal lama. Dia juga membantah kalau disebut dijemput paksa."Saya sudah ikhlas dan akan merawat anak saya dengan bimbingan orangtua saya." ucapnya."Adik saya sangat gembira, selain karena akan mendapat kehangatan dan penghiburan bersama keluarganya sendiri dia juga akan lebih dekat dan tidak sungkan minta tolong kepada keluarganya," ucap Yayuk, kakak kandung AT.Kuasa hukum AT, Iwan Pangka, saat dihubungi wartawan membenarkan jika AT telah dijemput keluarga dengan baik-baik oleh ayahnya. Iwan menegaskan, tak ada pemaksaan atau tekanan Dalam proses penjemputan.Menurut Iwan, saat ini keluarga AT, karena alasan kemanusiaan, meminta polisi untuk tidak lagi melakukan pemeriksaan terhadap AT. Menurtnya,.saat ini AT masih masih memerlukan pemulihan, baik fisik maupun psikis, setelah melahirkan dan masih dalam kondisi yang terguncang karena peristiwa yang dialaminya.
Korban pencabulan Raja Solo dipulangkan ke keluarga
AT selama ini tinggal di rumah seseorang yang mengaku sebagai bibinya, yakni Kumoro Gantyowati.
Advertisement
Rekomendasi