Korban pelecehan Raja Solo melahirkan bayi laki-laki

Sementara itu berkali-kali raja Surakarta itu mangkir dari pemeriksaan polisi dengan alasan sakit otak.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Korban pelecehan Raja Solo melahirkan bayi laki-laki
Ilustrasi perkosaan, pelecehan seksual, pencabulan. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock

AT (15) korban human trafficking da pelecehan dengan tersangka WT akhirnya melahirkan bayi laki-laki, Selasa (25/11). Bayi yang dilahirkan siswi salah satu SMK di Solo tersebut diduga merupakan hasil pelecehan korban Raja Keraton Kasunanan Surakarta, Paku Buwono (PB) XIII.Anggota tim advokasi korban, Asri Purwanti mengatakan, AT melahirkan lebih cepat 4 hari dari hari perkiraan lahir (HPL). Dia melahirkan bayi laki-laki secara cesar dengan berat 3,1 kilogram, di salah satu rumah sakit di Solo. Namun saat ini keluarga belum memberikan nama bayi malang itu."Proses kelahirannya cesar, karenakan posisi bayi saat dalam kandungan belum stabil," ujar Asri, Rabu (26/11).Menurut Asri, saat ini kondisi ibu dan bayinya sehat."Bayinya lucu banget wajahnya tampan. Kita dari keluarga sangat gembira, karena bayi ini telah lahir dengan selamat," ucapnya.Asri mengatakan pihaknya melarang bayi AT dibawa ke luar kamar atau dirawat di kamar khusus. Keputusan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan bayi. Lantaran keluarga sempat was-was jika bayi tersebut sampai tertukar atau sengaja ditukar oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.Sementara itu berkali-kali raja Surakarta itu mangkir dari pemeriksaan polisi dengan alasan sakit otak.

Rekomendasi