Florence Sihombing, mahasiswa S2 UGM yang menghina Yogyakarta via media privat, Path, akan melaporkan sejumlah akun di twitter dan media sosial lainnya yang mencemarkan nama baiknya. Usai menjalani sidang perdana, Rabu (12/11) siang, Flo mengungkapkan keinginannya tersebut."Saya akan melaporkan sejumlah akun di Twitter yang memalsukan nama saya dan melanjutkan pencemaran atas Yogya. Karena saya sudah menutup akun saya pada waktu itu," kata Flo.Flo menambahkan bahwa akun palsu yang mengatasnamakan dirinya tersebut sudah membuat banyak kerugian. Secara psikis, dirinya terus di-bully netizen berdasar akun-akun fitnahan sebelum akhirnya didamaikan oleh pihak Keraton Yogya. Florence pun kini mengaku tambah mencintai Yogyakarta usai peristiwa yang menimpanya tersebut. "Saya terus dan akan selalu mencintai Yogyakarta setelah kejadian kemarin. Saya siap dan akan menghadapi semuanya," terang Flo usai menjalani persidangan.Dalam persidangan yang hanya memakan waktu 40 menit itu Jaksa Penuntut Umum, menjeratnya dengan UU ITE pasal pencemaran nama baik. Flo, yang tidak didampingi kuasa hukum meminta agar hakim memberinya waktu untuk mencari pengacara selama satu minggu ke depan."Tadi saya minta dua minggu untuk mencari pengacara dan pembacaan eksepsi, tapi tidak dikabulkan hakim. Selama satu minggu ini saya akan mencari pengacara dan menyiapkan eksepsi," pungkasnya.
Disidang, Florence laporkan balik akun yang mencemarkan namanya
Florence pun kini mengaku sekarang tambah mencintai Yogyakarta usai peristiwa yang menimpanya tersebut.
Rekomendasi