Cegah Ebola, Dinkes Solo datangi seluruh jemaah haji

Peringatan bahaya virus Ebola akan terus diinformasikan secara intensif kepada jemaah maupun warga.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Cegah Ebola, Dinkes Solo datangi seluruh jemaah haji
Ilustrasi ebola. Shutterstock/igor.stevanovic

Mengantisipasi merebaknya virus Ebola, Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo memeriksa kembali kesehatan jemaah haji sepulang dari Tanah Suci. Mereka menerjunkan sejumlah petugas, untuk mendatangi langsung jemaah haji di rumahnya masing-masing."Petugas kami akan mendatangi seluruh jemaah haji Solo yang sudah pulang untuk dicek kesehatannya, jika mereka tidak mau mendatangi puskesmas selama dua pekan setelah kepulangan. Mereka harus melaporkan kesehatannya seusai melaksanakan ibadah haji ke Puskesmas," ujar Kepala DKK Kota Solo Siti Wahyuningsih kepada wartawan Rabu (5/11). Siti menegaskan, peringatan bahaya virus Ebola akan terus diinformasikan secara intensif kepada jemaah maupun warga yang telah melakukan perjalanan dari luar negeri. Menurutnya, jemaah haji memang sangat rentan terkena langsung penularan, apalagi mereka melakukan kontak langsung dengan banyak orang di Tanah Suci, terutama dengan orang yang terkena virus Ebola."Kami menghimbau warga agar selalu menjaga kesehatan sebelum berangkat melakukan perjalanan ke luar negeri dengan memeriksa secara berkala kesehatan ke Puskesmas atau klinik dan rumah sakit. Ini untuk memastikan kesehatan dan daya tahan tubuh sebelum berangkat,"katanya.Ia berjanji akan terus berkoordinasi dengan otoritas Bandara Adi Soemarmo, Solo, untuk melakukan pengecekan awal bagi masyarakat yang berasal dari luar negeri. Apalagi, lanjut Siti, Bandara itu merupakan pintu utama masuknya masyarakat dari luar negeri yang ada di wilayah Solo dan sekitarnya. Dari hasil pengecekan awal tersebut, jika ada penumpang yang mencurigakan seperti panas tinggi dan memiliki gejala seperti Ebola, petugas langsung melakukan karantina di RSUD dr. Muwardi Solo."Di RSUD dr. Moewardi telah tersedia fasilitas yang bisa dipakai untuk karantina masyarakat yang terserang virus Ebola. Fasilitas karantina yang dimiliki oleh Rumah Sakit itu sama seperti yang digunakan untuk menangani pasien suspect Flu Burung," pungkasnya.

Rekomendasi