Logo Jogja dikritik, penggagas sebut bukan kali pertama

Hermawan juga yang menggagas logo awal Jogja. Meski saat itu mendapat kritik, namun diakuinya tidak sebesar sekarang.

Kresna
Oleh Kresna - Reporter
Logo Jogja dikritik, penggagas sebut bukan kali pertama
Logo baru Yogyakarta. ©2014 Merdeka.com

Penggagas branding logo baru Yogyakarta, Hermawan Kertajaya mengaku senang logo yang buatnya mendapat banyak tanggapan dari warga Yogyakarta. Meski kebanyakan adalah komentar negatif karena logo lebih mirip kata 'Togua' ketimbang 'Jogja', dia tetap mengapresiasi apa yang sudah disampaikan oleh masyarakat."Saya senang sekali, rebranding ini diperhatikan oleh masyarakat, artinya banyak masyarakat yang peduli dan merasa memiliki," kata Hermawan saat berdiskusi dengan sejumlah komunitas yang mengkritiknya, Yogyakarta, Minggu (02/11).Dari sekian banyak tanggapan masyarakat, dia mengakui banyak komentar miring yang disampaikan lewat offline maupun online. Namun Hermawan menceritakan, pada pembuatan logo Jogja yang lama, dia juga menerima banyak kritikan, namun akhirnya logo itu yang sekarang dipakai di Jogja."Banyak yang komentar mirip Togua, atau tidak mencerminkan Jogja, tapi ada juga yang bilang bagus, ada yang sudah oke tapi butuh perbaikan lagi. Yang dulu juga begitu, tapi tidak seperti sekarang kelihatan ramai karena kemajuan teknologi, tapi logo Jogja yang warna hijau dulu tetap dipakai," ujar Hermawan.Hermawan juga berterima kasih karena banyak seniman yang memberikan masukan atas logo baru. Dia pun bersepakat untuk membentuk tim kecil untuk menampung logo-logo kreasi warga Yogya dan juga luar yogya untuk diseleksi."Sudah ada dari Jogja darurat logo, 30 logo, dari creavi Jakarta ada 90 logo, nanti tim memilih tiga, biar Sultan nanti jadi juri tunggal," tandasnya.Branding logo baru Jogja sendiri ramai menjadi pergunjingan dari sejumlah netizen. Sampai-sampai beberapa waktu lalu logo Jogja yang mirip kata 'Togua' sempat menjadi trending topic di twitter.

Rekomendasi