5 Jam ke Naypyidaw tanpa lampu penerang di tol

Saat langit mulai gelap, hanya terlihat sorot lampu kendaraan karena belum ada lampu jalan.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
5 Jam ke Naypyidaw tanpa lampu penerang di tol
Naypyidaw. ©2014 merdeka.com/didi syafirdi

Jalan-jalan di Naypyidaw, Ibu Kota Myanmar mulus. Sepinya pengguna jalan membuat kendaraan bisa dipacu dengan kecepatan 90-100 kilometer per/jam.Kekurangan kota bentukan junta militer itu minimnya lampu penerang jalan. Dari Yangon, dengan bus waktu tempuh 5-6 jam. Jika mobil pribadi bisa lebih irit 1 jam.Seperti dilaporkan wartawan merdeka.com, Didi Syafirdi dari Myanmar, pelancong berangkat dari Aung Mingalar Bus Terminal. Keberangkatan bus selisih 1-2 jam."Sekitar 6 jam sampai Naypyidaw. Nanti berhenti tiga kali ada penumpang naik," ujar pria di tempat penjualan tiket. Sama seperti Indonesia, di sana terdapat loket-loket. Menuju Naypyidaw kita harus merogoh kocek 7.250 Kyat, sekitar Rp 75 ribu.Bus terbilang nyaman. Ukuran kelas ekonomi penyejuk udara cukup membuat penumpang menarik selimut yang disediakan. Air dan kue pun diberikan.Beda dengan Jakarta, bus-bus ini mempekerjakan perempuan. Sebelum berangkat perempuan itu akan mengecek paspor penumpang nonpribumi, dan tiket.Setelah penuh, bus masuk Yangon-Mandalay Expressway, tarifnya 12.000 Kyat. Tol mulai beroperasi 25 Maret 2009. 325 Kilometer adalah jarak tempuh sampai Naypyidaw.Jalan bebas hambatan itu benar-benar bebas. Tetapi saat langit mulai gelap, hanya terlihat sorot lampu kendaraan karena belum ada lampu jalan. Sopir harus ekstra hati-hati.Penumpang tidak perlu khawatir keroncongan. Setelah 2,5 jam perjalanan bus berhenti, istirahat 30 menit. Waktunya meluruskan badan dan mengisi perut. Hamparan ladang hijau di kanan-kiri, dan bangunan bertingkat tanda telah sampai. Naypyidaw terus berbenah. Sejumlah pembangunan dikebut untuk menarik investor dan wisatawan.

Rekomendasi