Tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla dicekal masuk Malaysia. Pencekalan dilakukan karena kedatangan Ulil ke negara tersebut ditakuti akan merusak akidah umat.Menanggapi pencekalan yang dilakukan terhadap Ulil, politikus Partai Keadilan Sosial (PKS) Mahfudz Siddiq mengaku tidak sepakat atas putusan itu. Apalagi, pemerintah Malaysia sudah menerapkan bebas visa bagi warga negara Indonesia."Memang kalau dalam konteks keimigrasian, suatu negara punya kewenangan penuh untuk mengizinkan atau tidak mengizinkan seseorang masuk ke negaranya. Nah, untuk Malaysia karena bebas visa, mestinya pencekalan itu dalam konteks keimigrasian tidak terjadi," tegas Mahfudz.Pria yang berhasil kembali duduk di kursi dewan ini memandang, pencekalan seharusnya hanya bisa dilakukan jika mereka mencurigai seorang warga negara asing masuk ke negaranya membawa agenda politik tertentu, atau mengganggu keamanan negaranya."Tapi kalau ada pertimbangan lain, misal Ulil dianggap pemikir muslim yang kontroversial itu mungkin saja jadi alasan, walaupun seharusnya tidak sampai pada pencekalan," kata mantan ketua komisi I yang membidangi keamanan dan hubungan luar negeri tersebut.Jika memang kedatangan Ulil ke Malaysia untuk menghadiri sebuah acara diskusi keislaman, lanjut Mahfudz, seharusnya umat Muslim yang tidak setuju dengan pandangannya memberikan tempat untuk berdebat."Menurut saya, kalau mereka tidak setuju, ya justru diskusi itu digunakan untuk mendebat pemikiran Ulil," pungkasnya.
PKS: Harusnya Malaysia berani debat JIL bukan cekal Ulil
Ulil dicekal karena dianggap bisa merusak akidah umat Muslim di Malaysia.
Rekomendasi