Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa, Muamir Muin Syam, mengaku merasa dikucilkan oleh sesama kader di partai itu, terutama oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Wakil Sekretaris Jenderal PKB Helmi Faishal Zaini. Dia mengatakan itu saat bersaksi dalam sidang terdakwa kasus suap pengurusan rencana proyek tanggul laut Kabupaten Biak Numfor di Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Teddy Renyut, hari ini.Awalnya, kuasa hukum Teddy, Effendi Saman, merasa ganjil lantaran Muamir tidak mau meminta bantuan kepada Helmi sebagai Menteri PDT, buat memuluskan proyek-proyek Teddy. Tetapi, Muamir malah menceritakan soal dinamika internal partai."Mohon maaf Pak. Sesungguhnya internal partai kita itu kan terbangun baru karena rekonsiliasi. Saya ini yang dekat dengan Gus Dur, Pak Menteri dan Muhaimin yang menjaga jarak dengan Gus Dur," kata Muamir kata Hadi saat bersaksi dalam sidang Teddy, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (15/9).Muamir lantas menceritakan soal kenyataan perlakuan di dalam partai. Di depan hakim, dia mengaku merasa selalu dipinggirkan."Yang saya rasakan selama ini, kami tidak pernah diberikan peran-peran di partai sendiri. Ditekan. Juga ada perasaan saya tidak boleh punya cukup punya kekuatan untuk melakukan pergerakan dan sebagainya. Dan itu mungkin cuma perasaan saya. Makanya kami tidak berani menyampaikan hal itu ke beliau (Helmi)," ujar Muamir.Muamir mengatakan, dia merasa sungkan berhubungan dengan Helmi karena persoalan itu. Tetapi, dia merasa sebetulnya hal itu tidak perlu terjadi."Kalau itu sudah bisa, kita tidak perlu pusing-pusing pinjam ke Pak Teddy itu. Enggak perlu lah. Kita kan punya teman menteri," sambung Muamir.
Dalam sidang, Ketua DPP PKB curhat merasa dikucilkan
"Saya ini yang dekat dengan Gus Dur, Pak Menteri dan Muhaimin yang menjaga jarak dengan Gus Dur," kata Muamir.
Rekomendasi