Mabes Polri menduga paspor yang dipegang empat warga Turkistan, China, palsu. Indikasi itu terlacak tidak lazimnya keberangkatan keempatnya dari Turki ke Indonesia."Dugaan sementara paspor itu palsu karena mengaku dari Turki tapi tidak ada pemberangkatan dari wilayah tersebut. Ini data yang kita miliki sementara masih diselidiki lebih intensif," jelas Kabag Penum Polri Kombes Pol Agus Rianto di kantornya, Jakarta, Senin (15/9).Guna memastikan kembali paspor tersebut, polisi akan bekerja sama dengan berbagai pihak. "Kita berkoordinasi dengan pihak imigrasi, dan bila perlu dengan Kedubes keabsahan terhadap paspor yang ada. Termasuk mendalami keterlibatan mereka sehingga mereka bisa di Tanah Air," sambung dia.Sebelumnya keempat WNA tersebut ditangkap saat polisi menggelar razia di Parigi Moutong, Sulteng. Mobil Avanza yang membawa WNA itu tiba-tiba berbalik untuk menghindari polisi, diketahui WNA atas nama A Basyit, A Bozoghlan, A Bayram dan A Zubaidan tersebut mengarah ke Poso dari wilayah Makassar. Kepada polisi mereka mengaku akan berjalan-jalan, namun polisi curiga lantaran yang menjemput keempatnya adalah salah satu DPO yang terbukti menyembunyikan terduga teroris Santoso.
Polri gandeng imigrasi cek keabsahan paspor 4 warga Turkistan
Diduga paspor yang dipakai 4 WNA adalah palsu.
Advertisement
Rekomendasi