Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Ansyaad Mbai memastikan Lapas Khusus bagi napi teroris di Sentul tidak akan seperti Guantanamo. Lapas tersebut dibangun dan sedianya akan digunakan untuk kegiatan deradikalisasi teroris. Rencana awal, Lapas ini dibangun di Indonesia Peace and Securiti center (IPSC) Sentul, Bogor, Jawa Barat. Namun Presiden SBY tak menyetujuinya."Kalau Lapas khusus ya khusus. Ini hanya untuk kegiatan deradikalisasi BNPT," ujar Ansyaad usai mengantar SBY di Pusat Penanggulangan Terorisme & Deradikalisasi BNPT, Kompleks IPSC, Sentul, Bogor, Senin (8/9).Meski usulannya mendirikan Lapas Khusus tersebut mendapat penolakan dari Presiden SBY secara langsung. Namun, dia memastikan fungsi bangunan tetap digunakan untuk kegiatan yang deradikalisasi BNPT."Ini hanya untuk kegiatan. Nah LP-nya sudah setuju tidak di Lapas-Lapas seperti sekarang ini. Hanya di mananya baru dibicarakan," tandasnya."Kegiatan deradikalisasi jalan terus. Dan LP khusus tidak di LP sekarang, kan sekarang tersebar di 28 LP. Jadi napi non teroris jadi teroris. Bahkan dikhawatirkan sipir penjara juga jadi teroris."Pantauan merdeka.com, Lapas khusus ini sudah berdiri di atas lahan milik BNPT seluas 6,1 hektare. Lokasinya berada di bagian paling belakang. Kondisi bangunannya pun sangat tertutup ditambah beberapa ventilasi di masing-masing ruang napi.Terdapat sebuah menara yang berdiri untuk mengawasi kegiatan para napi. Terdapat gerbang di bagian paling belakang, diduga hanya bisa digunakan sipir penjara, yang tersambung sebuah lapangan basket.
BNPT jamin lapas khusus teroris tak seperti Guantanamo
Rencana awal, Lapas ini dibangun di IPSC Sentul. Namun Presiden SBY tak setuju.
Rekomendasi