Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ditemani Ibu Negara Ani Yudhoyono meresmikan museum Hakka di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Sebelum meresmikan, SBY minta maaf lantaran suaranya mengalami gangguan."Sebelum saya memberikan sambutan, saya mohon maaf suara saya sedikit mengalami gangguan, sedikit timbul tenggelam," ungkapnya di Museum Hakka, TMII, Jakarta, Sabtu (30/8).SBY menceritakan kegiatannya selama bulan Agustus ini sangat padat. Dimulai dari menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan RI hingga terakhir kunjungan kerja Manokwari, Papua, Dili Timor Leste dan Global Forum Of The United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC)."Karena kegiatan saya yang 3 minggu terakhir ini padat sekali. Sejak tanggal 12 Agustus sampai 20 Agustus nonstop menghadiri peringatan Hari Kemerdekaan, setelah memantau putusan MK, saya berangkat ke bagian Timur Indonesia, antara lain Manokwari, Sorong, Raja Empat, dan sekali belayar 12 jam," cerita SBY.SBY mengatakan, suaranya menjadi terganggu karena perjalanan darat dan laut serta berganti cuaca panas dan dingin."Pulang pergi 24 jam, terbang dengan cuaca yang tidak baik. Ke Biak, kunjungan Timor leste kemudian ke bali. Mungkin angin kencang, panas hujan, berganti-ganti alat transportasi mungkin jadi gangguan di suara saya," ujarnya.Meski demikian, SBY merasa sangat terharu dan bangga, di akhir-akhir jabatannya diberi gelar kehormatan abadi oleh Komunitas Hakka. Komunitas Hakka yang mayoritas anggotanya masyarakat Tionghoa memberikan SBY gelar ketua umum Kehormatan Abadi."Saya terharu merasa mendapat kehormatan yang tinggi, diangkat menjadi ketua umum Kehormatan Abadi untuk Komunitas Hakka Indonesia, dengan rasa bangga saya terima, semoga bisa bersama-sama ikut memajukan Hakka Indonesia," ujar SBY.SBY kemudian meresmikan museum Hakka dengan memukul gong sebanyak 5 kali. SBY juga menandatangani piagam dan prasasti yang dibangun di museum tersebut."Kalau saya pukul lima kali ini bukan nomor urut pemilu tapi mengingatkan kita punya Pancasila dan ideologi bangsa," kelakarnya.SBY berharap komunitas Hakka terus berkontribusi untuk pembangunan Indonesia. Sebagaimana janji SBY pada Pemilu 2004, dirinya tidak akan mendiskriminasikan kaum Tionghoa, akan tetapi merangkulnya menjadi rukun antar sesama yang lain."Semboyan kita berbeda-beda tapi tetap satu. Hakka bagian dari wujud itu. Satu jiwa, satu tekad, satu karya untuk memajukan Indonesia dan untuk membangun persahabatan dengan bangsa-bangsa manapun di dunia," pungkasnya.Dalam peresmian ini, turut hadir Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi, Mendikbud, M Nuh, Menteri Pariwisata, Mari Elka dan Ketua Perhimpunan Hakka Indonesia, serta para budayawan, tokoh Tionghoa dan keluarga besar Hakka.
Resmikan Museum Hakka, SBY curhat sedang tidak fit
Sepanjang bulan Agustus ini, SBY mengaku jadwal kegiatannya sangat padat.
Baca Juga
SBY Sebut UMKM Fondasi Ekonomi Nasional
Rekomendasi