Drama Novela di Komnas HAM

Saat berada di dalam gedung Komnas HAM Novela mengaku digiring untuk membuat pernyataan palsu oleh Natalius Pigai.

Laurel Benny Saron Silalahi
Drama Novela di Komnas HAM
novela nawipa. ©2014 Merdeka.com/facebook.dok pribadi

Sejak menjadi saksi dalam sidang gugatan Pilpres oleh kubu Prabowo Hatta di Makamah Konstitusi, nama Novela Nawipa, wanita asal Papua ini sering jadi pemberitaan media massa. Bahkan baru-baru ini, Ketua DPC Gerindra di Kabupaten Paniai, Papua, tersebut mengaku diminta untuk berbohong oleh Komisoner Komnas HAM, Natalius Pigai, saat bertemu di kantor Komnas HAM Jakarta Pusat, Minggu (17/8) kemarin.Novela mengaku diundang oleh Komnas terkait adanya intimidasi berupa perusakan rumah dan ancaman bagi keluarganya yang ada di Papua. Dia pun akhirnya menerima undangan tersebut, dan mendatangi kantor Komnas HAM di Menteng, Jakarta Pusat, untuk menceritakan intimidasi yang menimpa dia dan keluarga, setelah berani menjadi saksi di sidang MK beberapa hari lalu."Kedatangan kami ke komnas ham, bukan mengadu. Tapi untuk memenuhi undangan dia (Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai) sebagai saudara," kata Novela, menjelaskan perihal kedatangannya ke Komnas HAM.Novela melanjutkan, saat berada di dalam Gedung Komnas HAM dia digiring untuk membuat pernyataan palsu oleh  Natalius Pigai yang memintanya agar mengatakan bahwa wilayah Awabutu juga terjadi mengalami persoalan saat Pilpres 9 Juli lalu, sama seperti di distrik tempat dia tinggal."Saat di dalam malah digiring untuk katakan TPS kami di Awabutu diarahkan ke distrik. Yang di Awabutu tidak ada. Saya tidak bisa diintervensi," jelasnya.Berikut 4 drama Novela di Komnas HAM:

Komnas HAM sebut Novela dijadikan alat politik oleh kubu Prabowo

Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mengatakan, saat ini Novela sedang dijadikan alat politisasi oleh kubu Prabowo-Hatta. Dia menambahkan, saat menggelar pertemuan di Kantor Komnas HAM, Novela justru mengaku tidak mendapatkan intimidasi dari pihak luar ataupun ancaman terhadap pengerusakan rumahnya dan juga ancaman terhadap saudara-saudaranya yang ada di Papua."Dengan ini kuasa hukum Prabowo-Hatta itu selesai, jangan lagi dipolitisasi. Tidak ada yang boleh memanfaatkan Novela, Komnas HAM memastikan dia dalam keadaan baik-baik saja," kata Natalius.Natalius menyesalkan niat tulus Novela bersaksi di MK berbuah politisasi. Bahkan menurutnya Pesan pendek berupa kritik ke Novela pun datangnya dari kerabat bukan dari orang tak dikenal."Ini adik (Novela) sudah bersaksi malah dijadikan soal yang serius, seolah ada ancaman yang serius, tidak ada itu. Kalau sms itu dari teman bentuknya pujian dan kritikan itu biasa," pungkas dia.

Komnas HAM: Novela baik-baik saja dan tidak ada ancaman

Usai melakukan pertemuan dengan Novela Nawipa di kantor Komnas HAM pada Minggu (17/8) kemarin, Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai mengatakan bahwa tidak ada ancaman serius terhadap Ketua DPC Gerindra di Kabupaten Paniai Papua tersebut."Novela tidak ada ancaman, tidak usah tokoh politik mengatakan adik (Novela) dalam ancaman. Biarkan dia menjadi seorang ibu dari seorang anak," terang Natalius. Natalius Pigai menilai, saat ini Novela sedang dijadikan alat politisasi oleh kubu Prabowo-Hatta. Dia menambahkan, saat menggelar pertemuan di Kantor Komnas HAM, Novela justru mengaku tidak mendapatkan intimidasi dari pihak luar ataupun ancaman terhadap pengerusakan rumahnya dan juga ancaman terhadap saudara-saudaranya yang ada di Papua."Dengan ini kuasa hukum Prabowo-Hatta itu selesai, jangan lagi dipolitisasi. Tidak ada yang boleh memanfaatkan Novela, Komnas HAM memastikan dia dalam keadaan baik-baik saja," kata Natalius.

Tim Prabowo ancam polisikan komisioner Komnas HAM

Kedatangan Novela Nawipa ke Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) sore tadi untuk bertemu Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai, ditanggapi dingin oleh Wakil Ketua Tim Advokasi Perjuangan Merah Putih, Razman Nasution. Menurut Razman, pernyataan Natalius yang menyatakan Novela tidak menerima intimidasi sama saja memutar balikkan fakta dan sebagai bentuk intimidasi untuk mempengaruhi Novela."Pejabat negara yang mulai coba bangun sikap kontraproduktif dengan kewenangannya. Dia (Natalius Pigai) mempengaruhi Novela," ungkap Razman di Rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur, Minggu (17/8).Selain itu, Razman menegaskan, Novela memang benar telah diintimidasi oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dirinya tidak mau Novela dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu yang mau menyudutkan atau sekadar mencari panggung. Dia pun akan melaporkan Natalius ke pihak berwajib karena bertindak di luar tupoksinya."Kami minta saudara Natalius diperiksa, karena berbuat di luar tupoksi dan mempengaruhi orang lain. Kita akan ke polisi dan komite etik, tapi kami lihat duduk persoalannya," ungkap Razman.Selain itu, Razman menjelaskan, kedatangan Novela bukan mencari perlindungan, tetapi hanya untuk memenuhi undangan Natalius sebagai saudaranya."Itu atas undangan Natalius Pigai selaku Komisioner Komnas HAM. Urusan apa saudara Natalius dengan saksi mandat kami," tandas Razman.

Timses Prabowo-Hatta tuding balik Komnas HAM politisasi Novela

Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Ali Mochtar Ngabalin menyayangkan langkah Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang menjebak Novela untuk mengarahkan agar menyangkal adanya ancaman. Dia pun meminta kepada semua pihak untuk tidak mempolitisasi ketua DPC Gerindra Paniai itu."Kita tahu ini politik. Ketika adik Novela datang ke Komnas HAM dan dijebak, dikapitalisasi pihak lain, kita sudah ngertilah, stop politik tipu-tipu," cetusnya.Ali? mengatakan, pihaknya akan menyiapkan sejumlah pengacara untuk melindungi kesaksian Novela Nawipa dalam sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum di Mahkamah Konstitusi . Menurutnya, hal ini dilakukan agar Novela tidak diintimidasi oleh pihak manapun."Kita siapkan pengacara, karena Novela diteror. Kami menyiapkan 9 pengacara untuk Novela," kata Ali.

Rekomendasi