Belajar public speaking, Humas Polri teken MoU dengan Pertamina

Agar tidak grogi saat memberikan keterangan kepada para media maka perlunya humas belajar public speaking.

Dede Rosyadi
Oleh Dede Rosyadi - Reporter
Belajar public speaking, Humas Polri teken MoU dengan Pertamina
Ronny F Sompie. ©2014 merdeka.com/dede rosyadi

Agar dapat memberikan informasi yang maksimal dan berimbang sesuai fakta, Kepolisian RI khususnya di bidang kehumasan belajar public speaking. Polri pun bekerjasama dengan Pertamina.Kerjasama itu dilakukan dalam bentuk penandatangan nota kesefahaman (MoU) di Hotel Hyatt Jakarta, Senin (11/8).Kerjasama pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang telah dibina sejak tahun 2013, yang telah menyelenggarakan pelatihan di 4 (empat) Polda yaitu Polda Sumut, Polda Sumsel, Polda Sulsel dan Polda DIY."Polri mengharapkan kerjasama dengan Pertamina tidak saja dalam bidang pelatihan public speaking. Namun juga di bidang lainnya seperti kerjasama dalam bidang penegakan hukum," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ronny F Sompie, Jakarta, Senin (11/8).Menurut Ronny, semua produk yang dihasilkan oleh Pertamina merupakan bagian dari tugas Polri untuk mengawal dan mengamankannya sampai sasaran yang dituju. Sehingga bagi melakukan pelanggaran akan dapat dilakukan penegakan hukum untuk mendapatkan efek jera.Latihan peningkatan kemampuan public speaking penting untuk diikuti oleh petugas kehumasan agar dapat mengatasi apabila terjadi salah informasi yang diberikan oleh pihak media yang terkadang sengaja membangun opini agar beritanya menarik perhatian masyarakat."Oleh karena itu, kita tidak boleh kalah dengan opini yng dibangun oleh agenda setting media baik elektronik, media dan online yang punya kepentingan masing-masing. Kalau Polri bicara untuk kepentingan negara karena bagi media bad news is good news," terangnya.Untuk tahun 2014, rencananya pelatihan akan diadakan di Polda Bali, Polda Papua dan Polda Kaltim. Public speaking ini pun perlu dipelajari kepada pihak humas agar bisa dengan tenang menyampaikan informasi yang terukur, akurat kepada media tanpa perasaan grogi sehingga tidak terjebak yang bisa merugikan organisasi. Penandatangan kesepakatan tersebut dilakukan oleh Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Drs. R.F.Sompie dan dari Pertamina (Persero) yang diwakili oleh Corporate Secretary Nursatyo Argo.Penandatangan tersebut juga disaksikan oleh beberapa pejabat utama Divisi Humas Polri, pejabat dari PT. Pertamina (Persero), staf SOP Polri dan staf Divkum Polri.Pada kesempatan itu juga, Nursatyo Argo menjelaskan Pertamina mempunyai bidang usaha mulai dari mencari minyak, mengolahnya, sampai dengan menjadi hasil produksi yang akan dipasarkan ke seluruh Indonesia. Apabila tidak didukung oleh humas yang baik, ini menjadi tugas yang berat dalam hal pendistribusian BBM dan elpiji ke seluruh Indonesia.Nursatyo juga menambahkan ada beberapa persoalan yang melingkupi Pertamina khususnya terkait pembatasan BBM, di mana pemerintah membatasi subsidi sebesar 46 juta KL yang apabila dijual bebas maka diperkirakan BBM akan habis di bulan November 2014."Hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat sehingga menghadapi yang demikian Pertamina membutuhkan bantuan Polri. Oleh karena itu, kita bersama melaksanakan pelatihan public speaking agar tim Pertamina dan tim Polri dapat saling berkenalan dan dapat mengembangkan kerjasama, karena Pertamina membutuhkan support dari Polri untuk menjelaskan bisnis Pertamina," tutupnya.

Rekomendasi