5 Fakta di balik pembakaran dan perampokan rumah Uje

Saat rumah terbakar, pembantu keluarga almarhum Uje bernama IV langsung naik ke lantai dua dan ternyata malah mencuri.

Eko Prasetya
Oleh Eko Prasetya - Reporter
5 Fakta di balik pembakaran dan perampokan rumah Uje
Ustaz Jeffry dan keluarga. ©kapanlagi.com

Rumah almarhum Ustaz Jeffry Al Buchori atau Uje 'dilumat' si jago merah beberapa waktu lalu. Istri Uje, Pipik Dian Irawati juga sempat curiga atas hilangnya sejumlah uang di rumahnya pasca kebakaran.Setelah melalui proses penyelidikan polisi, diketahui rumah ustaz kondang itu dibakar dan dirampok. Seseorang berinisial IV yang merupakan pegawai ibu empat anak itu akhirnya ditetapkan sebagai tersangka pencurian."Peristiwa perampokan ini berawal dari laporan Pipik. Sebelumnya, mantan istri Ustaz Jeffry Al-Buchori mengaku uangnya hilang pasca-terjadi kebakaran yang menghanguskan rumahnya," ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Indra Siregar, di kantornya, Rabu (25/6).Peristiwa tersebut berawal saat semua orang sibuk memadamkan api di lantai dasar rumah Pipik. Tanpa dikomandoi IV naik ke lantai 2 untuk mengecek apakah ada api yang menyala. Ternyata IV malah mencuri.Berikut fakta di balik pembakaran dan perampokan di rumah Uje:

Penyidik Polres Jakarta Selatan telah menetapkan IV (18) sebagai tersangka kasus kebakaran yang terjadi di kediaman almarhum Ustadz Jefry Al-Buchori (Uje) di Perumahan Bukit Mas, Jalan Narmada III, Blok I, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (20/6) lalu. Selain membakar rumah Uje, IV juga mencuri uang jutaan rupiah milik istri almarhum Uje, Pipik Dian Irawati."Tersangka inisial IV telah kami amankan terkait kasus pencurian dan pembakaran di rumah korban (Pipik) beberapa waktu lalu," ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wahyu Hadiningrat di Polres Jakarta Selatan, Senin (30/6).Wahyu menuturkan saat itu tersangka IV masuk ke dalam rumah melalui pintu pagar dengan membawa korek api gas, sekitar pukul 04.00 WIB. Di dalam rumah, IV langsung membakar kain gorden jendela. Pelaku keluar melalui garasi. Sekitar satu jam kemudian, api membesar lantaran telah menyambar ke ruangan lain."Pelaku langsung coba ikut membantu memadamkan api dan mengeluarkan orang dari dalam rumah," kata Wahyu.Ketika di lantai dua, IV melihat sejumlah uang di atas meja dan memasukkan uang itu ke dalam gitar. Pelaku turun dari lantai dua ke bawah. Tak lama kemudian, pelaku pergi meninggalkan lokasi kejadian.

Dalam waktu dua hari IV menghabiskan sebagian uang yang dicurinya dari rumah Pipik Dian Irawati. Polisi pun setelah melakukan penyelidikan akhirnya menangkap dan menetapkannya sebagai tersangka setelah semua bukti sudah terkumpul.Saat diinterogasi, pelaku mengatakan kalau uang hasil rampokannya di rumah Almarhum Ustaz Jeffry Al Buchori itu sudah dibelanjakan barang yang selama ini diinginkannya."Pelaku tidak ingat ambil berapa, yang jelas uang hasil curian itu sudah digunakan IV untuk membeli handphone dan sejumlah barang lain. Dari uang Rp 4 juta, sisa uangnya tinggal Rp 450 ribu," ucap Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Indra Siregar di kantornya, Rabu (25/6).

Saat menggelar menggelar olah TKP di kediaman Pipik Dian Irawati, pasca kebakaran yang terjadi pada Senin (23/6), pihak kepolisian dikabarkan menemukan senjata api. Terkait hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Indra Siregar tak membantahnya."Memang Ada informasi seperti itu (senjata), tetapi kita masih dalami. Kita belum tahu seperti apa dan milik siapa," ucapnya di kantornya, Rabu (25/06).Sementara itu, Pipik memberikan klarifikasi sesuai versinya. Dari keterangan istri almarhum Uje tersebut diungkap bahwa senjata yang ditemukan pihak kepolisian bukanlah senjata api sungguhan.Pipik mengakui almarhum suaminya mengoleksi senjata api mainan."Almarhum Uje kan memang punya koleksi-koleksi senjata dulu. Tapi itu mainan senjata. Yah air soft gun yang kita pajang. Dan itu mainan saja," tutup Pipik sambil berlalu.

Istri almarhum ustaz Jeffry Al Buchori, Pipik Dian Irawati terlihat mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (27/6). Kali ini bukan lagi untuk laporan kasus pencurian yang dialaminya, melainkan dimintai keterangan soal asal muasal kebakaran yang terjadi di kediamannya pada Jumat (20/6) lalu.Meski begitu, Umi Pipik tetap menemui IV, diduga pelaku pencurian di rumahnya saat kebakaran. Pipik mengaku berbincang langsung dengan santai. IV juga mengakui apa yang sudah diperbuatnya saat terjadinya kebakaran."Tadi sempat ketemu, kami ngobrol saja dari hati ke hati, saya nggak mau buruk sangka. Dia mengakui kesalahannya," ucap Pipik, Jumat (27/6)."Dia bilang minta maaf, intinya dia mengakui dan khilaf," kata ibu empat anak itu sambil tersenyum.

IV membakar rumah Pipik, dan mencuri jutaan uang yang tergeletak di ruang rias saat kebakaran berlangsung. IV melakukannya karena sakit hati."Motifnya dikarenakan sakit hati. Kemudian dengan apa yang dia lakukan, dia menggunakan korek api gas dan dia bakar hordeng di lantai satu," ucap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Wahyu Hadiningrat saat jumpa pers, Senin (30/6)."Setelah melakukan pembakaran jam 4 pagi, yang bersangkutan keluar rumah dari garasi dan melihat kobaran api besar. Dan dia berusaha untuk mengeluarkan korban. Dan dia melihat ada kesempatan mengambil uang yang dimasukkan ke gitar dan digunakan untuk membeli barang," kata Wahyu menambahkan.Menurut Wahyu, tersangka sakit hati karena diminta pulang oleh Pipik . Ia merasa tidak senang dan akhirnya berencana melakukan pembakaran disertai pencurian."Yang saya gali adalah motifnya sakit hati. Rabunya dia tidak lagi tinggal di situ. Dan kemudian dia tinggal (tidur) di taman," pungkasnya.

Rekomendasi