Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Sinyo Harry Sarundajang menyatakan, keprihatinannya terhadap kekerasan seksual semakin marak terungkap khusus di lembaga-lembaga pendidikan. Hal ini karena kekerasan seksual sudah terjadi sejak lama."Sarundajang mengatakan hal tersebut saat membuka seminar pelayanan pastoral dan kekerasan seksual terhadap anak berlangsung di Kantor Gubernur Sulut," kata Kabag Humas Pemrov Sulut Jemmy Kumendong, seperti dilansir Antara, Jumat (27/6).Dalam sambutan dibacakan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Provinsi Sulut Mieke Pangkong kata Kumendong, Gubernur Sulut mengungkapkan kekerasan seksual sebenarnya sudah tersimpan lama karena ditabuhkan oleh masyarakat untuk dituturkan.Pelecehan dan kekerasan seksual, kata Sarundajang sudah terjadi di semua lini kehidupan manusia, mulai dari kehidupan internal keluarga hingga keruang publik dan ruang pendidikan.Terhadap masalah ini, Sarundajang minta para stakeholder termasuk di dalamnya Asosiasi Pastoral Indonesia (API) harus berkomitmen melindungi anak dari berbagai tindak pidana dan perlakuan salah terhadap anak, dimulai dari lingkungan keluarga termasuk gereja."Seminar ini diharapkan akan memberikan nilai tambah, pengetahuan dan pengalaman sebagai bekal diimplementasikan melalui pelayanan dengan memberikan informasi dan konseling terhadap anak-anak di Sulut," kata Gubernur Sarundajang.Sementara itu, sekretaris tim kerja seminar tersebut, Dra. Paulina Kawatu Mantiri menyebutkan, para peserta menerima materi dari sejumlah nara sumber. Ketua Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait menyajikan materi mengungkap realitas di balik kekerasan seksual anak di berbagai lini komunitas.Ketua Umum Pengurus Pusat API Pdt. Dr Daniel Susanto, MTh Psi membawakan materi kekerasan seksual terhadap anak mempertanyakan peran konseling gereja.Kepala BP3A Sulut Ir. Mieke Pangkong MSi memberikan materi kebijakan dan implementasi perlindungan anak dari kekerasan seksual di dunia pendidikan di Sulut, ungkap Kabag Humas Kumendong.
Gubernur Sulut prihatin kekerasan seksual di lembaga pendidikan
Pelecehan dan kekerasan seksual, kata Sarundajang, sudah terjadi di semua lini kehidupan manusia.
Rekomendasi