Raden Maheza Praja (17) dan adiknya, Aura, ditemukan tewas di rumah dinas orangtuanya, Jalan Gudang Utara, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Minggu (22/6) sekitar pukul 07.30 WIB. Rumah tersebut lokasinya berada di kawasan perumahan TNI atau hanya berjarak sekitar 1 km dari Makodim 0618/BS Bandung.
Selain Praja dan Aura, Acim pembantu di rumah itu juga ditemukan tewas. Praja yang masih duduk di bangku SMA dan Aura di bangku SMP adalah anak dari Letkol Rudi Martiandi yang saat ini tengah bertugas di Solo.
Ketiganya ditemukan tewas di beberapa ruangan berbeda. Praja tewas bersimbah darah dengan luka di kepala dan dalam kondisi ditutupi selimut. Sedangkan Aura tewas dengan luka jerat di leher dan Acim ditemukan tewas menggantung dengan tali yang menjeratnya di leher.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Rumah dinas TNI ini juga sudah dipasang garis polisi. Adapun ketiga korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung.
Sementara siapa pelaku pembunuhan masih menjadi misteri. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.
Berikut empat fakta pembunuhan 2 anak Letkol dan 1 pembantu seperti dirangkum merdeka.com.
Advertisement
Sebelum tewas anak perwira TNI kirim gambar arwah di grup chat
Sebelum ditemukan tewas, Raden Maheza Praja (17) sempat melakukan komunikasi dengan beberapa teman Sekolah Dasarnya (SD). Bahkan, Minggu dini hari, Praja sempat mengirim gambar (emoticon) hantu atau arwah ke grup line teman-teman SD nya.
"Jadi kita itu sebelumnya sempat main dulu, dan pulang sekitar jam 21.30 WIB kita ngobrol di grup," kata salah satu teman Praja, Delvieri di rumah korban, Minggu (22/6).
Menurutnya, sekitar pukul 22.30 WIB, Praja masih sempat mengungkapkan kerinduannya untuk berkumpul dengan teman-teman SD. Praja lantas mengagendakan untuk kembali kumpul-kumpul hari ini untuk makan bersama. Obrolan di grup Line itu terus berlangsung hingga satu jam kemudian. Namun Praja kemudian tidak melanjutkan obrolan.
"Tiba-tiba sekitar pukul 02.30 WIB Praja dengan id Maheza tiba-tiba mengirim emoticon arwah. Saya juga enggak ngerti kenapa tiba-tiba dia ngirim gambar tersebut," tuturnya.
Delvieri kaget bukan kepalang karena sekitar pukul 08.30 WIB mendapat kabar sahabatnya itu telah meninggal dunia.
"Saya langsung ke rumah dia, ternyata benar itu Praja," jelasnya.
Advertisement
Tak ada barang hilang di TKP
Polisi masih menyelidiki kasus tewasnya Praja, Aura dan Acim. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak ditemukan barang hilang yang ada di dalam rumah.
"Tidak ada barang berharga yang hilang di rumah korban ini," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi di lokasi, Minggu (22/6).
Saat kejadian rumah pun dalam kondisi terkunci. "Kunci juga tidak ada yang rusak, semua utuh dan rapih," terangnya.
Advertisement
Pelaku sembunyikan linggis di lemari
Raden Maheza Praja (17) beserta adiknya, Aura tewas dengan beberapa luka di bagian pelipis dan leher. Sedangkan pembantunya Acim tewas dengan posisi menggantung di tangga rumah milik Letkol TNI Rudi Martiandi di Jalan Gudang Utara Bandung, Minggu (22/6).
Polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Berdasarkan pemeriksaan polisi, di dalam rumah ditemukan linggis yang diduga digunakan pelaku untuk membunuh Praja.
Linggis itu disembunyikan di dalam lemari. "Ada linggis kita temukan yang disembunyikan dalam lemari. Kita amankan untuk barang bukti," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi, di lokasi, Minggu (22/6).
Advertisement
Polisi duga pelaku orang dekat
Polisi terus menyelidiki kasus tewasnya Praja, Aura dan Acim. Dugaan sementara, polisi menduga pelaku pembunuhan adalah orang dekat.
"Kita masih harus menyelidiki lebih lanjut. (Pelaku) Ini diduga masih lingkungan di dalam rumah," kata Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Mashudi, di lokasi, Minggu (22/6).
Disinggung Acim yang tewas dengan tali menjerat di leher apakah dilakukan seorang diri atau pelaku lain?
"Belum kita masih dalami dulu, itu nanti bisa kita sampaikan dari hasil dokter. Yang pasti ada air liur dan sperma. Tapi tidak ada kekerasan dalam tubuhnya," tandasnya.
Ketiga jasad sudah dilarikan ke RS Sartika Asih Bandung guna kepentingan penyelidikan. Sedangkan orang tua korban yang berdinas di Solo masih dalam perjalanan menuju Bandung.