Warga Tambora bentuk tim pencegah kebakaran

"Ide ini saya gagas para pemuda pun siap memberikan yang terbaik untuk kampungnya," papar Yarkoni.

Al Amin
Oleh Al Amin - Reporter
Warga Tambora bentuk tim pencegah kebakaran
ilustrasi

Bosan dicap sebagai kecamatan yang rawan kebakaran, sejumlah pemuda begabung dalam sebuah kelompok nirlaba yang disebut Disaster Tambora. Kelompok ini bertugas melakukan pencegahan terjadinya kebakaran.Disaster Tambora sendiri dibentuk sejak 2013 oleh Yarkoni Rody (32), seorang warga Tambora yang resah dengan bencana kebakaran yang kerap melanda kecamatan terpadat se-Indonesia tersebut. Selain membantu korban jika terjadi kebakaran, mereka juga membuka dapur umum dan P3K, serta memandu petugas pemadam untuk mencari jalan tercepat menuju lokasi kebakaran."Jadi kami ini semacam relawan. Awalnya kami hanya beranggotakan 25 orang. Ide ini saya gagas para pemuda pun siap memberikan yang terbaik untuk kampungnya," papar Yarkoni, Minggu (25/4).Dia menjelaskan, saat ini, Disaster Tambora sudah berjumlah 150 orang. Ratusan anggota ini juga tersebar di Kecamatan Kalideres dan Cengkareng.Ratusan kelompok ini terdiri dari pemuda dengan beragam pendidikan. Mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga anak jalanan.Yarkoni yang keseharian bekerja sebagai konsultan di Pemkot Jakarta Barat bidang informasi dan teknologi, mengatakan, untuk biaya operasional, kelompok ini mengandalkan patungan. Selain itu, mereka juga mengajukan proposal ke perusahaan-perusahaan."Dana kami kolektif, Jakbar tidak memberikan dana. Kami mencari sponsor, termasuk dari Djarum Fondation yang memberikan pelatihan penanganan bencana kepada tim Disaster Tambora," paparnya.

Rekomendasi