Orangtua siswi SD yang tewas dikeroyok lapor polisi

"Laporan yang saya terima, orangtua korban sudah melapor ke polisi siang tadi," ungkap Eryadi, Selasa (6/5).

Irwanto
Oleh Irwanto - Reporter
Orangtua siswi SD yang tewas dikeroyok lapor polisi
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak. ©2014 Merdeka.com

Tidak terima anaknya tewas akibat dikeroyok teman sekelas, orangtua Jihan Salsabila (10), siswi Kelas III A SDN 14 Muara Enim Sumatera Selatan, akhirnya melapor ke polisi. Mereka menuntut pelaku dapat dihukum sesuai peraturan yang berlaku.Kasat Reskrim Pores Muara Enim AKP Eryadi membenarkan kedua orangtua korban yakni Sudirman (40) dan Erma Suryani (38) datang ke SPKT Polres Muara Enim, Selasa (6/5) siang. "Ya, saya sekarang berada di Palembang ada pertemuan dengan Pak Kapolda. Tapi laporan yang saya terima, orangtua korban sudah melapor ke polisi siang tadi," ungkap Eryadi saat dihubungi merdeka.com, Selasa (6/5).Dikatakannya, sesuai arahan Kapolres Muara Enim, pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut. Jajarannya juga sudah mulai mengusut dengan mengumpulkan saksi-saksi dan barang bukti sehingga korban meninggal, termasuk hasil rekam medik dari RSUD Dr HM Rabain Muara Enim. "Ya laporan ini akan kita usut sesuai hukum yang berlaku," kata dia.Seperti diberitakan sebelumnya, Jihan Salsabila (10), tewas setelah dikeroyok empat teman sekelasnya. Jihan sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tak bisa diselamatkan.Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengeroyokan tersebut terjadi pada Rabu (30/4) sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu, kelas Jihan sedang jam istirahat pertama. Tak diketahui siapa yang memulai, tiba-tiba Jihan terlihat ditendang oleh empat teman laki-laki sekelasnya. Akibat pengeroyokan itu, Jihan mengalami luka lebam di paha dan pinggang bagian kiri. Pada Sabtu (3/5), ibu korban Erma Suryani (35), mendatangi sekolah anaknya untuk memberitahukan anaknya sakit. Kemudian, pada Minggu (4/5) sekitar pukul 23.00 WIB, kondisi korban semakin parah dan mulai tidak sadarkan diri. Korban dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UDG) RSUD Dr HM Rabain Muara Enim. Setelah beberapa jam dirawat, korban meninggal dunia Senin (5/5) sekitar pukul 02.00 WIB.

Rekomendasi