Prihatin pendidikan sastra, seniman bacakan puisi Chairil Anwar

"Jarang pelajar sekarang tahu Chairil Anwar. Mereka tahu Karawang-Bekasi itu puisi tapi penciptanya tidak tahu."

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Prihatin pendidikan sastra, seniman bacakan puisi Chairil Anwar
Hajatan puisi Chairil Anwar. ©2014 Merdeka.com

Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Komunitas Seniman dan Budayawan Jakarta Utara (KSBJU) menggelar hajatan membacakan puisi Chairil Anwar. Acara digelar di gedung Jakarta Islamic Center, Jakarta Utara."Chairil Anwar adalah mata rantai pendidikan. Teman-teman pelajar harus tahu ini 2 Mei, Hari Pendidikan Nasional, mereka pada enggak tahu," kata Siti Artati, ketua umum KSBJU, Jakarta, Jumat (2/5).Menurutnya hajatan puisi sebagai bentuk keprihatinan pendidikan sastra di Indonesia. Pendidikan miskin pembelajaran sastra."Dalam rangka Hardiknas, kita melihat di dalam pendidikan sekarang seni dan budaya kurang diperhatikan. Itu tonggak budi pekerti yang bagus," ujar dia.Namun, dia menilai banyak pelajar yang tidak mengenal sastrawan. Bahkan, mereka hanya mengenal sedikit sekali karya sastra Indonesia."Jarang pelajar sekarang tahu Chairil Anwar. Mereka tahu Karawang-Bekasi itu puisi tapi penciptanya tidak tahu," pungkas dia.

Rekomendasi