Risma: Penghargaan itu cobaan

Risma dinobatkan sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik di dunia untuk bulan Februari 2014

Mohamad Taufik
Oleh Mohamad Taufik - Reporter
Risma: Penghargaan itu cobaan
Risma di ruang kerjanya. ©2014 Merdeka.com

Kota Surabaya meraih seabrek penghargaan. Misalnya, Surabaya menjadi kota terbaik partisipasinya se-Asia Pasifik pada 2012 versi Citynet atas keberhasilan pemerintah kota dan partisipasi rakyat dalam mengelola lingkungan. Kota Pahlawan itu juga berkali-kali membawa pulang Piala Adipura, tiga di antaranya berturut-turut di bawah kepemimpinan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, yakni pada 2011, 2012 dan 2013.Pada Oktober 2013, Kota Surabaya juga menerima penghargaan tingkat Asia-Pasifik, yakni Future Government Awards 2013 untuk dua bidang sekaligus yaitu data center dan inklusi digital menyisihkan 800 kota di seluruh Asia-Pasifik. Taman bungkul yang pernah dipugarnya pun meraih penghargaan The 2013 Asian Townscape Award dari Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai taman terbaik se-Asia pada 2013.Risma dinobatkan sebagai Mayor of the Month atau wali kota terbaik di dunia untuk bulan Februari 2014 atas keberhasilannya selama memimpin Kota Surabaya sebagai kota metropolitan yang paling baik penataannya.Seabrek penghargaan untuk Kota Surabaya itu rupanya dianggap sebagai cobaan bagi Tri Rismaharini. Menurut dia, rupa-rupa penghargaan itu tidak boleh membuat warga Surabaya lupa, kemudian berhenti membangun kota.

Topik pilihan: Pelecehan Seksual di JIS | Pembajakan Virginblue | Penganiayaan Taruna STIP "Ya ini sebetulnya cobaan untuk kami dan warga Surabaya agar lebih giat lagi. Jadi jangan sampai kita berpuas diri sehingga melupakan makna sesungguhnya. Sebetulnya bukan hanya penghargaan, tapi paling utama adalah bagaimana warga Surabaya ini bisa sederajat baik dari segi ekonomi, pendidikan, itu setara dengan bangsa-bangsa lain. Itu tujuan utamanya," kata Risma saat ditemui di kantornya, Rabu (23/4) petang.Oleh sebab itu, segera setelah pesta arak-arakan pameran penghargaan Internasional berupa 'Innovative City of the Future' yang diberikan oleh lembaga Europe Business Assembly (EBA), Risma segera 'tancap gas' kembali bekerja merealisasikan program Pemkot Surabaya."Sekarang sudah harus bergerak lagi. Kalau enggak bergerak ya sudah berhenti. Jadi harus bergerak terus supaya tidak sombong, supaya kita bisa evaluasi yang kurang apa. Karena kalau terlalu larut (pestanya) kan bahaya," terang wali kota perempuan pertama Surabaya itu, sambil bersedakep mengaku agak masuk angin.Lalu apa sih yang menonjol dari Surabaya di mata orang-orang luar? Risma menjawab, pada umumnya mereka simpati dengan perkembangan Surabaya. Mereka menyebut Surabaya bagus. "Very inspiring. Ya itu menurut mereka lho ya, mereka yang omong. Professor John WA Netting (EBA) yang omong seperti itu," ujarnya.Sementara untuk ukuran dan parameter penilaian, Risma sendiri mengaku tidak tahu. Para pemberi penghargaan umumnya datang begitu saja, lalu memberi penghargaan. Sementara untuk penilaian tidak pernah ada konfirmasi jelas, seperti apa bentuknya."Mereka nilai kan sudah mulai lama. Kan di beberapa media luar aku juga sering keluar. Di BBC, New York Time, aku sering keluar. Terus mereka kan nyoroti tentang Surabaya. Aku sendiri juga tidak tahu kan apanya (yang dinilai). Sering kok gitu. Penilaian tidak seperti kita. Sekarang informasi kan sangat luas sekali to? Informasi bisa dari mana-mana," ujarnya.Misalnya saat menghadiri pemberian penghargaan EBA untuk wali kota dari seluruh dunia. Risma hanya datang, diberi penghargaan, lalu dia bisa membuktikan dengan presentasi yang baik. "Itu saja, sudah selesai bagi aku," tuturnya.Bagaimana cara Risma menjual Surabaya? "Semuanya (disampaikan). Tidak bisa kalau sepenggal. Kalau dia (pemberi penghargaan) omong kota, saya tidak bisa menonjolkan satu sisi saja. Karena penanganan kota itu yang paling bagus adalah yang komprehensif. Tidak bisa saya hanya menangani fisiknya saja, kemudian manusianya tidak ditangani. Itu kan tidak bisa."Masalah kota itu, dia melanjutkan, bukan hanya penataan taman yang bagus, bersih, indah, kemudian kota itu tidak banjir, tidak macet. Tetapi lebih dari itu, kota juga harus membangun pendidikan dan kesehatan. "Kalau itu semua tidak bisa dinikmati warganya. Kemudian warganya hanya sebagai penggembira saja, itu tidak ada gunanya. Itu yang saya tidak mau."

Rekomendasi