Panglima TNI mengaku dipelintir media Singapura soal Usman Harun

Jenderal Moeldoko menegaskan tak pernah minta maaf soal penamaan KRI Usman Harun saat diwawancara Channel NewsAsia.

Yulistyo Pratomo
Oleh Yulistyo Pratomo - Reporter
Panglima TNI mengaku dipelintir media Singapura soal Usman Harun
Moeldoko. ©2013 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Panglima TNI Jenderal Moeldoko membantah menyampaikan permintaan maaf soal penamaan Usman Harun terhadap satu dari tiga kapal perang baru yang dipesan di Inggris. Dia menyebut, pernyataannya soal itu dipelintir oleh wartawan Singapura yang mewawancarainya soal polemik tersebut. "Jadi begini, mohon maaf untuk penamaan Usman Harun adalah sikap kami yang final itu, maksudnya bukan minta maaf. Kalau urusan melintir itu biasa wartawan, nggak ada itu mohon maaf," kilah Moeldoko saat menghadiri sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (17/4).Dalam wawancaranya dengan sebuah televisi asing Channel NewsAsia, Moeldoko disebut menyampaikan permintaan maaf atas penamaan kapal Usman Harun. Apalagi, nama itu berasal dari dua marinir Indonesia yang ditugaskan untuk meledakkan bom di Singapura pada 1965 lalu."Sekali lagi saya minta maaf. Kami tidak punya niat buruk apapun untuk membangkitkan emosi negatif. Tidak sama sekali," kata Moeldoko hari Selasa dalam sebuah wawancara dengan televisi Channel NewsAsia, Rabu (15/04).Namun, di saat bersamaan, Moeldoko menegaskan kapal tersebut tidak akan diganti namanya. "Ini adalah tanggung jawab saya sebagai panglima angkatan bersenjata Indonesia untuk menawarkan klarifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan situasi tidak memburuk," ujar Moeldoko .

Rekomendasi