Perayaan Jumat Agung dan Paskah pada akhir pekan ini di Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Tugu, Cilincing, Jakarta Utara, akan digelar sederhana. Tidak akan ada pernak-pernik yang menghiasi gereja tua itu, begitu pula drama penyaliban Yesus Kristus.Ketua Harian GPIB Tugu, Cilincing, Jakarta Utara, Wailan D Gerung mengatakan, pihaknya hanya akan melakukan renungan dan ibadah seperti biasa saja."Tahun ini kita fokus ibadah saja dan tidak ada pernak-pernik atau aksesoris yang menghiasi gereja," kata Wailan di Jakarta Rabu (16/4)."Berbeda dengan natal, kami tidak akan menghiasi gereja dengan lonceng, lampu, pohon natal dan sebagainya," imbuhnya.Wailan mengatakan, tidak adanya hiasan di gereja dikarenakan Jumat Agung dan Paskah mengenang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Berbeda dengan Natal yang merayakan kelahiran Yesus Kristus. "Maka dari itu saat Paskah ini kami lebih banyak merenung dan berdoa," ujarnya.Namun, lanjut Wailan, pihaknya telah menyiapkan 3 rangkaian acara yang akan di mulai Kamis (16/4). Seluruh jemaat gereja menjalani ibadah refleksi atau malam perenungan pada pukul 19.00 WIB.Wailan melanjutkan, pada rangkaian kedua jemaat akan mengikuti perjamuan kudus pada ibadah Jumat Agung. Dalam acara ini, pengurus gereja memberikan tiga sesi yang bisa dijalani oleh jemaat."Pertama pukul 06.30, kedua pukul 10.00 dan ketiga pukul 18.00. Jadi bagi jemaat yang tidak bisa hadir pagi hari bisa beribadah pada sore harinya," ujar Wailan.Setelah mengikuti dua rangkaian acara tersebut, kata Wailan, jemaat akan mengikuti rangkaian yang terakhir atau acara yang paling ditunggu, yakni ibadah paskah pada hari Minggu (20/4).Adapun waktu ibadah dibuka dua sesi. Pertama pagi hari dan kedua malam hari. "Pagi harinya pukul 04.00 dan sore harinya pukul 18.00. Dibuat dua sesi ini memang sengaja, untuk mempermudahkan umat beribadah yang mana pas pagi hari tidak bisa, mereka bisa beribadah pada sore harinya," kata Wailan lagi.Namun demikian, lanjut Wailan, jumlah jemaat saat Paskah diprediksi akan lebih banyak pagi ketimbang jadwal sore hari. Hal itu mengingat kebangkitan Yesus Kristus terjadi pada waktu dini hari. "Perkiraan kita kalau ibadah Paskah pas pagi hari bisa mencapai 500 jemaat, sementara sore harinya mencapai puluhan orang saja," tandas Wailan.Untuk diketahui, Gereja Tugu, yang kemudian diberi nama GPIB Tugu, adalah salah satu gereja tertua di Indonesia terletak di Kampung Tugu, Jakarta Utara. Secara pasti tidak diketahui kapan mulai dibangun, tetapi para ahli sejarah menyimpulkan sekitar tahun 1676-1678, bersamaan dengan dibukanya sebuah sekolah rakyat pertama di Indonesia oleh Melchior Leydecker.
Perayaan Paskah di GPIB Tugu akan digelar sederhana
Dibangun pada Abad XV, GPIB Tugu adalah salah satu gereja tertua di Indonesia terletak di Kampung Tugu, Jakarta Utara.
Advertisement
Rekomendasi