Duta Migrant Care Melanie Subono bersama Direktur Migrant Care Anis Hidayah ditemani Analis Kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo Rabu atang ke Kota Semarang. Mereka menyerahkan uang diat Satinah kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Selain itu juga melakukan koordinasi terkait nasib Satinah yang divonis hukuman pancung jika tidak membayar diat sebesar Rp 21,25 miliar.Sejumlah pejabat Pemprov Jateng yang menyambut di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Disnakertrans Pemprov Jateng Wika Bintang.Melani menyatakan kedatanganya berawal dari komunikasi di sosial media seperti twitter terkait nasib Satinah bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, beberapa komunitas sosial media di Jateng."Kita hari ini sampai ke Semarang. Selama ini kita berhubungan dengan bapak (Ganjar Pranowo), berhubungan dengan semuanya cuma lewat media sosial. Lewat gadget, belum pernah bertemu langsung. Sementara sama-sama kita lagi ada satu urusan yang saling berhubungan. Sama-sama menjaga seorang saudara kita bernama Satinah dan akhirnya kita ada disini," ungkap Melani Subono di Bandara Internasional Ahmad Yani Kota Semarang, Jawa Tengah.Melani selain telah menghimpun dana peduli Satinah melalui dunia maya, dirinya juga ingin sekali langsung bertemu dan bersilaturahmi dengan beberapa anggota keluarga Satinah di Kabupaten Semarang. "Yang pasti saya ingin bertemu (keluarga Satinah). Ingin bertemu juga dengan warga Kota Semarang pingin silaturahmi karena gimanapun ini adalah daerah asal dari ibu Satinah dan pingin tahu lebih dan apa yang bisa dikerjakan. Nggak enak cuman ngobrol lewat twitter dan gadget saja," ungkapnya.Hingga saat ini, dana yang terakumulasi dana solidaritas untuk Satinah sebesar Rp 2,8 miliar. Sumbangan tersebut terakumulasi melalui rekening Migrant CARE dan Melanie Subono selama 2 minggu terakhir. "Tadi pagi sudah digabungkan semuanya dari bapak dari aku bikin report (laporan) sebesar Rp. 2.838.442.292,69," ungkapnya. Dalam proses penghimpunan dana peduli Satinah, Melani awalnya sempat mendapatkan tanggapan sinis. Namun, karena dia serius penghimpunan dana peduli Satinah bisa berjalan. "Karena waktu itu banyak sinis orang di awal pada saat mereka memberikan sumbangan apapun alasanya. Kita harus dapetin, yang penting kita sudah siap dengan ini. Yang penting kita siap membantu ini kesiapan kita seperti ini. Kita koordinasi aja soal ini. Selalu jadi jembatan penengah antara masyarakat dan ibu Satinah," tegasnya.Melanie Subono, Direktur Migrant Care dan Siti Atikoh Ganjar Pranowo istri Gubernur Jawa Tengah rencananya akan mengunjungi dan bersilaturahmi dengan keluarga Satinah di Dusun Mrunten, Desa Kalisidi, Kabupaten Semarang. Kemudian, Kamis(3/4) besok di malam harinya sekitar pukul 19.00 WIB mereka akan menggelar acara Solidarity Gigs #Save Satinah di Wisma Perdamaian Jl. Imam Bonjol Kota Semarang, Jawa Tengah.Acara berisi beberapa hiburan seperti stand up comedy, beatbox, magic (sulap) dan musik akustik. Rencananya, Meilani akan menyanyikan tiga buah lagu yaitu Bento (Iwan Fals), Terlalu Manis (Slank) dan lagu wajib Tanah Airku dalam iringan musik akustik.
Perjuangkan Satinah, Melanie Subono mau ngamen di Semarang
Melanie dan pihak Migrant Care juga berencana menemui keluarga Satinah di kota ini.
Rekomendasi