Terdakwa kasus suap pengurusan penambahan kuota impor daging sapi pada Kementerian Pertanian dan pencucian uang, Ahmad Fathanah, tidak bisa menyembunyikan kesedihan terhadap nasib istrinya, Septy Sanustika. Sebab, lanjut dia, karena tidak bisa memberi nafkah lantaran terjerat perkara hukum, Septy harus berjuang seorang diri demi memenuhi kebutuhan hidupnya serta anak mereka, Naura Ameera Fathanah.Fathanah juga mengaku salut dengan Septy yang banting tulang mencari nafkah. Dia pun mengaku menyesal tidak bisa memberi nafkah dan mendampingi istri dan anaknya."Dia (Septy) kan sekarang jadi tulang punggung. Mana ada saya beri nafkah. Kasihan dia. Dia harus mencari nafkah. Anakku kan perlu makan dan beli susu," kata Fathanah kepada merdeka.com dalam sela-sela sidang, di Pengadilam Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Selasa (25/3).Fathanah mengatakan, dia kadang-kadang sedih ketika Septy bercerita soal pekerjaannya, yakni harus menyanyi di kelab malam, kafe, dari panggung ke panggung. Dia mengaku terenyuh saat mendengar beratnya perjuangan istrinya guna mencari uang.Namun, Fathanah tidak bisa menghalangi Septy. "Kemampuan dia kan menyanyi, ya sudah pergunakan saja. Soalnya harta saya enggak ada yang tersisa. Bisnis juga enggak ada yang bisa diwariskan. Saya ini kan cuma pengusaha," lanjut Fathanah.Atas desakan itu pula Fathanah mengizinkan Septy menanggalkan jilbabnya. Sebab menurut dia, Septy mengaku merasa tidak nyaman ketika harus melakukan pekerjaannya dengan mengenakan jilbab."Saya tanya sama dia, 'kamu nyaman enggak nyanyi pakai jilbab?' Dia bilang enggak. Ya kalau saya senyaman kamu saja. Kalau untuk dukung pekerjaan dia, saya ikhlas," sambung Fathanah.
Fathanah: Septy sekarang tulang punggung keluarga
"Dia harus mencari nafkah. Anakku kan perlu makan dan beli susu," kata Fathanah.
Rekomendasi