Sejak siang tadi beredar informasi di masyarakat bahwa mantan Bupati Kabupaten Bener Meriah, Tagore telah ditangkap oleh pihak kepolisian. Penangkapan itu karena Tagore disebut dalang kerusuhan kemarin, Rabu (19/3) di Aceh Tengah dan Bener Meriah.Tagore disinyalir menjadi aktor kerusuhan yang terjadi di dataran tinggi Gayo. Pasalnya, Tagore merupakan ketua organisasi Pembela Tanah Air (Peta) Kabupaten Bener Meriah. Selain itu, Tagore juga salah seorang tokoh yang memperjuangkan provinsi baru Aceh Leuser Antara (ALA).Saat diminta konfirmasi Kapolres Kabupaten Aceh Tengah, AKBP Artanto SLK membantah telah menangkap Tagore. Akan tetapi mereka berdalih hanya mengamankan untuk sementara waktu agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan."Bukan ditangkap, tapi diamankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata AKBP Artanto SLK, Jumat malam (20/3).Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi bentrok massa antara dua kubu yang berseberangan di dataran tinggi Gayo. Bentrok pecah antara Satgas Partai Aceh yang merupakan partainya mantan kombatan GAM dengan anggota organisasi Peta yang memiliki sejarah kelam pada masa konflik.Bentrok kedua massa ini berawal ada pernyataan dari salah seorang Caleg Partai Aceh yang menyindir tokoh pejuang provinsi ALA. Sehingga memicu kemarahan massa dari tokoh ALA yaitu Tagore yang juga ketua Peta Kabupaten Bener Meriah yang telah diamankan pihak kepolisian saat ini.
Diduga dalang kerusuhan, eks bupati Bener Meriah diciduk polisi
Tagore merupakan ketua organisasi Pembela Tanah Air (Peta) Kabupaten Bener Meriah.
Advertisement
Rekomendasi