4 Bantahan pemerintah dan Chevron soal penjualan gunung Ceremai

Kabar penjualan Gunung Ceremai bikin masyarakat resah. Pemerintah dan Chevron sudah membantahnya.

Iqbal Fadil
Oleh Iqbal Fadil - Reporter
4 Bantahan pemerintah dan Chevron soal penjualan gunung Ceremai
Gunung Ceremai. ©istimewa

Kabar penjualan Gunung Ceremai senilai Rp 60 triliun beredar melalui pesan berantai dan meresahkan masyarakat. Motif ekonomi terkait potensi panas bumi (geothermal) gunung tertinggi di Jawa Barat itu diduga berada di balik isu ini.Ada yang bilang, selain panas bumi, Gunung Ceremai memiliki potensi tambang mineral hingga emas yang akan dikeruk perusahaan pemenang tender, PT Chevron.Bantahan pun dilontarkan pemerintah dan PT Chevron. Mereka menegaskan, tidak benar jika Gunung Ceremai dijual. Berikut bantahan pemerintah dan Chevron terkait penjualan Gunung Ceremai.

Manager Policy Government Public Affairs PT Jasa Daya Chevron Ida Bagus Wibatsya menegaskan tidak pernah ada proses pembelian yang dilakukan perusahaannya terhadap potensi panas bumi Gunung Ceremai, melainkan proses tender."Tidak ada proses pembelian, yang ada adalah proses tender," tegas Ida Bagus lewat pesan singkat dengan merdeka.com, Senin (3/3).Dia menjelaskan, sejak didirikan, Chevron berkomitmen mengikuti seluruh aturan yang ditetapkan pemerintah dalam menjalankan usahanya di dunia, termasuk Indonesia. Dalam operasinya, Chevron berupaya melakukan konsultasi aktif kepada berbagai pihak."Dalam operasinya, Chevron selalu konsultasi aktif, baik dengan pemerintah pusat, daerah maupun pemangku kepentingan lainnya, khususnya masyarakat setempat," ungkapnya."Semua investor bisa mengikuti tender terbuka ini dan Chevron memenangkan prospek ini melalui proses tender yang dilaksanakan oleh panitia tender Pemda Jabar, dan penetapan pemenang oleh Pemda Jabar tahun 2012," imbuhnya.Meski memenangi tender, Chevron harus bekerjasama dengan BUMD dalam mengeksplotasi panas bumi yang ada. "Sesuai kehendak pemda, Chevron akan berpartner dengan BUMD yang ditunjuk pemda Jabar yang saat ini masih dalam tahap pembicaraan," ungkapnya.Ida Bagus menjelaskan, persyaratan itu menjadi satu-satunya syarat mutlak sebelum diterbitkannya Izin Usaha Pertambangan (IUP) oleh Pemprov Jabar. IUP inilah yang nantinya dipakai untuk menggarap wilayah kerja pertambangan (WKP) Gunung Ceremai."Sampai saat ini Chevron belum memasuki wilayah Ceremai dan belum melaksanakan kegiatan fisik, maupun komunikasi di lapangan karena belum terbitnya IUP ini," bebernya.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Sumarwan HS membantah kabar penjualan Gunung Ceremai.? "Enggak ada. Itu salah," katanya kepada wartawan di Bandung, Senin (3/3).Namun dia mengaku, PT Chevron melalui anak perusahaan PT Jasa Daya Chevron merupakan satu peserta lelang penanam modal atau investor Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Ceremai. "Yang benar Chevron termasuk peserta tender," jelasnya. Perusahaan asal Amerika Serikat pada 2012 telah ditetapkan sebagai pemenang.Hanya saja untuk memulai eksploitasi, Chevron belum mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP). "Belum ada izin dari Gubernur dan belum ditandatangani," ujarnya.Sehingga dia mengaku heran dengan angka Rp 60 triliun yang dicantumkan pesan berantai tanpa pengirim jelas tersebut. Chevron menurut dia hanyalah salah satu peserta lelang penanam modal atau investor PLTP di Ceremai.Dia menambahkan, proses lelang investor beda dengan kegiatan lelang pengadaan barang dan jasa. "Mereka harus membuat perencanaan sampai nanti dia diterbitkan IUP-nya, sekarang belum ada IUP-nya, jadi itu prosesnya mereka investasi. Kalau beli gunung itu gimana ceritanya?" jelasnya.Kembali dia tegaskan bahwa bahwa tidak ada transaksi, dan angka investasi yang sudah ditetapkan hingga saat ini. "Angka 60 triliun itu dari mana? Yang jelas, transaksi itu tidak benar," pungkasnya.

Isu dijualnya Gunung Ceremai kepada Chevron, perusahaan asal Amerika Serikat, santer beredar di media sosial beberapa hari belakangan. Menteri Perhutanan Zulkifli Hasan justru mempertanyakan kabar tersebut. Dia mempertanyakan dari mana kabar tersebut berasal."Yang jual siapa? Memang gunung bisa dijual?" kata Zulkifli melalui pesan singkat kepada merdeka, Senin (3/3).Mantan Sekjen PAN ini mengaku heran atas kabar tersebut. Dia juga mempertanyakan pemerintah mana yang menjual Ceremai. "Pemerintah mana? Saya baru dengar," katanya.

Gubernur Jawa Barat menegaskan isu penjualan Gunung Ceremai adalah bohong besar. "Orang gila yang mau jual gunung itu," tegasnya di Bandung, Senin (3/3).Aher menerangkan, tidak ada undang-undang yang mengatur untuk memperjualbelikan gunung. Sejauh ini gunung Ciremai yang dikelola Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC) tidak pernah menemukan masalah.Sekalipun itu nantinya akan dieksploitasi untuk geothermal bagi pemenang tender untuk kepentingan listrik tenaga panas bumi menurutnya tidak ada yang berbahaya."Kalau ada geothermal di situ adalah bahan listrik paling dianjurkan karena ramah lingkungan. Geothermalnya ramah lingkungan, enggak ada persoalan apa-apa, tendernya aja belum jadi kalau memang ada geothermalnya. Kemudian gunungnya nggak mungkin dijual. Enggak mungkin," ucapnya.Dia meminta masyarakat untuk tidak dengan mudah menelan mentah-mentah informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya."Saya minta kepada teman-teman pelajar mahasiswa yang menggunakan alam sadar secara baik jangan terpengaruh isu seperti itu, bohong itu dan hoax," jawabnya.

Rekomendasi