Pasca-banjir lahar dingin Kelud, Kali Sambong jadi tanah lapang

Sebuah jembatan penghubung terkubur di bali batu-batu besar dan kecil sisa banjir lahar di Malang.

Laurel Benny Saron Silalahi
Pasca-banjir lahar dingin Kelud, Kali Sambong jadi tanah lapang
banjir lahar dingin. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Setelah diterjang banjir lahar dingin Selasa (18/2) kemarin, akses menuju desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur terputus. Kondisi itu tak lepas dari kondisi jalan yang mengalir Kali Sambong itu penuh dengan batu-batuan material Gunung Kelud.Pantauan merdeka.com, Rabu (19/2), sebuah jembatan kecil yang menghubungkan antara Solerejo dan desa Pandansari ini sudah tidak terlihat, lantaran tertibun batu-batu besar. Beberapa tiang listrik di pinggiran kali Sambong ikut roboh, sehingga aliran listrik tidak bisa masuk ke Desa Pandansari hingga hari ini.Kali Sambong sebelumnya berupa air, dengan lebar 10 meter itu, kini seperti seperti lapangan luas yang dipenuhi batu-batu kecil maupun besar. Sejumlah warga yang berada di dalam desa kini mulai dievakuasi oleh personel gabungan TNI.Lokasi di sekitar Desa Pandasari diwarnai cuaca mendung, kondisi ini membuat warga khawatir terjadi Banjir lahar dingin susulan. Sekelompok warga pun nampak hilir mudik menyeberangi sisa-sisa banjir lahar dingin, dibantu anggota TNI.Sebelumnya, lahar dingin dari Gunung Kelud akhirnya turun ke Sungai Sambong, Desa Pandansari, Kabupaten Malang. Lahar dingin tersebut berlangsung selama dua jam, dan membuat akses jalan menuju desa Pandasari porakporanda.Warga setempat, Cahyono (41) mengatakan, butuh waktu satu hari untuk memperbaiki, jalan yang terputus akibat luapan lahar dingin tersebut. Ia menambahkan, untuk saat ini sungai tersebut bisa dilewati dengan cara berjalan kaki."Kalau mau nyeberang hanya bisa jalan kaki, karena kalau motor atau mobil enggak bisa. Soalnya sungai tidak dalam. Ini butuh waktu satu hari untuk ngangkut batu-batuan dan pasir yang menutup jalan," tandasnya.

Rekomendasi